Kemandirian Ekonomi Desa Girikarto Genjot Potensi Pertanian hingga UMKM
- 29 Sep 2026 13:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kelurahan Girikarto yang terletak di Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, terus menunjukkan perkembangan positif dalam menggerakkan potensi lokal warganya. Berbagai sektor mulai dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Makmur, kelompok tani konvensional maupun modern, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berjalan secara konsisten guna memperkuat perekonomian desa.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Girikarto, Nuryani, saat ditemui di Padukuhan Doplang, Minggu, 27 September 2026. Menurutnya, meskipun belum semua dari delapan padukuhan di Girikarto bergerak serentak secara keseluruhan, sejumlah warga di tiap padukuhan telah menunjukkan konsistensi yang baik dalam mengembangkan sektor produktif yang hasilnya sudah dapat dipasarkan.
Di sektor pertanian rumah tangga, Kelompok Wanita Tani (KWT) di Girikarto telah memperlihatkan hasil yang nyata. Letak geografis kelurahan yang berdekatan dengan kawasan wisata memberikan keuntungan tersendiri bagi para anggota KWT.
"Karena kebetulan di sini dekat dengan tempat wisata, jadi semacam tanaman kangkung, terong, cabai, itu sudah mencukupi atau bisa menjadi supplier warung-warung makan yang ada di wilayah wisata," ujar Nuryani.
Kendati demikian, kegiatan penanaman ini kerap menghadapi tantangan musiman. Di musim kemarau panjang seperti saat ini, aktivitas sebagian besar KWT dan kelompok tani di beberapa padukuhan cenderung vakum akibat keterbatasan pasokan air. Aktivitas penanaman biasanya akan kembali aktif secara serentak ketika musim penghujan tiba.
Sementara itu, untuk sektor ketahanan pangan keluarga, Nuryani memastikan bahwa stok lumbung pangan di rumah-rumah warga masih tergolong aman. Mulai dari cadangan padi, kacang tanah, hingga singkong yang diolah menjadi gaplek,, tercatat mampu mencukupi kebutuhan pangan keluarga hingga masa panen pada musim hujan berikutnya.
Perkembangan menggembirakan juga terlihat pada kelompok tani di Girikarto. Jika sebagian besar petani mayoritas masih mengandalkan komoditas tradisional seperti jagung, padi, kacang tanah, dan singkong, kini sebagian kelompok tani mulai merambah ke jenis tanaman hortikultura yang bernilai jual harian dan tidak bersifat musiman.
Namun, tantangan berbeda ditemui dalam upaya pengembangan petani milenial. Minimnya minat generasi muda terjun ke sektor pertanian di Girikarto dipengaruhi oleh banyaknya tenaga muda yang merantau atau bekerja ke luar wilayah Yogyakarta. Selain itu, belum banyak yang berani berspekulasi mengambil risiko pada komoditas baru sehingga regenerasi petani masih memerlukan dorongan dan pendampingan intensif.
Di samping sektor pertanian, denyut perekonomian Kelurahan Girikarto juga ditopang oleh sektor UMKM dan industri kerajinan rumahan (home-made) yang tersebar di setiap padukuhan. Produk olahan pangan seperti berbagai varian tempe serta produk kerajinan tangan seperti canting batik, rajut, hingga hiasan dinding masih terus eksis diproduksi oleh warga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....