Bawang Merah Jadi Program Ketahanan Pangan Kalurahan Kepek

  • 27 Agt 2026 19:29 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul— Pemerintah Kalurahan Kepek melaksanakan panen raya tahap awal bawang merah sebagai bagian dari program ketahanan pangan tahun 2025. Panen dilakukan pada lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi yang dikelola oleh kelompok tani setempat.

Lurah Kalurahan Kepek, Bambang Setiawan mengatakan, hasil panen tahap awal menunjukkan kualitas dan produksi yang cukup baik. Meski demikian, jumlah produksi secara keseluruhan belum dapat dihitung karena proses panen masih berlangsung.

Wakil Bupati Gunungkidul saat menjawab pertanyaan wartawan di acara panen bawang merah Kelurahan Kepek Wonosari Gunungkidul kamis 27 Agustus 2026 (Foto: RRI/Rini)

“Panen raya tahap awal ini merupakan program ketahanan pangan dari Pemerintah Kalurahan Kepek tahun 2025. Dari lahan 1.500 meter persegi, kualitas dan hasil produksinya cukup baik. Kalau hasilnya berapa memang belum bisa dihitung, tetapi secara keseluruhan terlihat cukup positif,” kata Bambang.

Menurutnya, panen bawang merah tersebut tidak dilakukan secara serentak karena penanaman dilakukan secara bertahap. Dengan demikian, proses panen juga akan berlangsung secara bertahap.

Bambang menyebut panen tahap berikutnya diperkirakan berlangsung dalam rentang satu pekan hingga satu bulan ke depan. Setelah panen tahap awal, masih terdapat tanaman yang memasuki masa panen berikutnya.

“Ini baru tahap pertama. Masih ada tahap kedua, ketiga, dan selanjutnya. Tahap berikutnya mungkin satu pekan hingga satu bulan ke depan. Penanaman memang tidak serentak, tetapi bertahap sehingga panennya juga bertahap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penyediaan bibit bawang merah merupakan fasilitas dari Pemerintah Kalurahan Kepek bagi petani setempat. Program tersebut dikelola melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Kepek Mandiri bersama kelompok tani.

Lurah Kalurahan Kepek, Bambang Setiawan, saat panen bawang merah (Foto:RRI/Rini)

Untuk mendukung program ketahanan pangan, Pemerintah Kalurahan Kepek mengalokasikan sekitar 20 persen anggaran pada tahun 2024/2025 dan program tersebut akan terus dilanjutkan.

Bambang menambahkan, program ketahanan pangan di Kalurahan Kepek tidak hanya berfokus pada komoditas bawang merah. Sejumlah komoditas dan usaha lain juga dikembangkan, di antaranya sayuran dan budidaya ikan lele.

“Ketahanan pangan tidak hanya bawang merah, tetapi juga ada sayur-mayur dan lele. Pengelolaannya diserahkan kepada kelompok tani di bawah naungan Bumkal Kepek Mandiri,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....