Program CFC Sukses Tekan Stunting Selopamioro, dari 167 Kini Tersisa 90 Kasus
- 10 Agt 2026 07:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bantul mulai menunjukkan perkembangan positif. Salah satu wilayah yang sebelumnya mencatatkan kasus stunting cukup tinggi, yakni Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, kini perlahan mengalami penurunan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Tri Widyantara mengungkapkan, beberapa tahun lalu Selopamioro menjadi salah satu wilayah dengan angka stunting tertinggi di Bumi Projotamansari. Jumlah kasus stunting bahkan sempat menyentuh angka 167 kasus.
“Selopamioro beberapa tahun lalu selalu juara stunting. Pernah kasusnya sampai 167, tapi tahun ini bisa diturunkan sampai 90 kasus. Ini luar biasa, sehingga Selopamioro sekarang bahkan tidak masuk dalam tiga besar stunting tertinggi di Bantul,” ucapnya, Minggu, 9 Agustus 2026.
Capaian ini tak lepas dari berbagai upaya strategis yang dilakukan di tingkat kalurahan. Salah satu yang dinilai paling berpengaruh adalah program pemberian makanan tambahan bertajuk Community Feeding Center (CFC).
“Jadi ada agenda makan bersama dari balita-balita stunting, di mana mereka dikumpulkan dan diberi makanan tambahan. Ini kontribusi dari kader-kader yang cukup militan di sana,” katanya.
Agus menyebut, skema tersebut dinilai lebih efektif karena makanan tersebut dipastikan akan dikonsumsi oleh anak-anak tersebut. Pasalnya, ketika makanan tambahan itu dibawa pulang, ada kemungkinan makanan tersebut tidak sepenuhnya dihabiskan oleh anak tersebut.
“Bisa jadi tidak habis, dimakan bersama kakaknya, atau bahkan yang menghabiskan malah orang tuanya. Dengan CFC ini, maka anak-anak itu dipastikan menghabiskan makanannya secara bersama-sama sehingga pertumbuhannya menjadi cukup baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, keberhasilan itu menunjukkan bahwa upaya menekan angka stunting juga dapat dilakukan dengan melibatkan peran serta masyarakat di tingkat kalurahan. Upaya yang dilakukan warga Selopamioro itu pun diharapkan dapat diadaptasi oleh wilayah lain di Kabupaten Bantul.
“Harapannya nanti bisa dilakukan di kalurahan atau kapanewon yang lain, sehingga upaya penurunan stunting ini bisa menjadi lebih cepat dan efektif,” ucapnya menambahkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....