Dukung Presiden, Yayasan Bijjana Terapkan Teknologi Simetris Dapur MBG
- 06 Jun 2026 11:16 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Langkah taktis guna merealisasikan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang aman dan akuntabel terus bergulir. Yayasan Biijana Paksi Sitengsu membuat terobosan mutakhir di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan menerapkan sistem operasional dapur berbasis teknologi informasi (IT) yang dinamakan 'Simetris'.
Inovasi ini diintegrasikan langsung dengan ekosistem lokal Lumbung Mataraman di Kabupaten Gunungkidul. Langkah strategis tersebut diambil sebagai respons konkret atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menaruh perhatian besar pada keamanan pangan, higienitas, dan pemenuhan nutrisi standar global bagi generasi penerus bangsa.
Pendiri Yayasan Biijana Paksi Sitengsu, Kartika Megawardhani mengatakan, implementasi dari penerapan teknologi simetris ini dirancang untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas tinggi pada dapur pusat (central kitcen). Sistem ini memproyeksikan standar tata kelola makanan agar tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga memenuhi kriteria ketat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO).
"Ini sebagai respons langsung atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa. Dalam pernyataannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan setiap makanan yang dikonsumsi siswa memenuhi kriteria kesehatan yang ketat," katanya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Kartika menjelaskan, dalam pilot project teknologi Simetris diterapkan di Kabupaten Gunungkidul dan tangerang. Saat ini pihak yayasan tengah menunggu proses persetujuan operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN), sembari mematangkan persiapan dan melakukan evaluasi dari sistem ini.
"Dengan Simetris, seluruh ekosistem dari hulu ke hilir terpantau transparan, mulai dari asupan gizi hingga manajemen limbah makanan," ujarnya.
Menariknya, kemajuan teknologi yang dikembangkan Yayasan Biijana Paksi Sitengsu ini seperti di Kabupaten Gunungkidul, justru bersinergi dengan kearifan lokal seperti komunitas Lumbung Mataram, Petani Punk, hingga Kelompok Wanita Tani (KWT). Bukan sekadar sinergi, kolaborasi ini menjadikan dapur MBG sebagai melting pot ketahanan pangan yang tidak hanya menyerap produk lokal Gunungkidul secara terukur, tetapi juga menjamin kualitas bahan baku yang segar dan sehat, serta membuktikan bahwa sinergi antara teknologi digital dan kearifan lokal mampu menghasilkan standar layanan pangan berkelas dunia.
"Inisiatif ini bukan sekadar pemenuhan porsi makan siang anak sekolah, lebih jauh sinergi ini menjadi instrumen strategis dalam mengantisipasi stunting secara komprehensif, dengan cakupan manfaat yang meluas hingga ke pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan menyusui. Kami optimistis program MBG akan bertransformasi menjadi sistem pangan digital yang modern, berkelanjutan, dan mampu memenuhi standar keamanan pangan global FAO," ucapnya.
Sementara itu Tim Ahli IT Yayasan, Gilbert Inkiriwang mnengatakan, sistem yang dikembangkan ini mengadopsi standar operasional yang presisi. Setiap tahapannya, mulai dari resep ahli gizi hingga proses memasak yang dikontrol digital timer, dipastikan memenuhi kriteria nutrisi internasional.
"Keunggulan Simetris terletak pada monitoring gizi yang akurat, logistik real-time untuk menjaga kesegaran makanan, hingga transparansi anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya, menjelaskan.
Gilbert Inkiriwang menambahkan bahwa saat ini tim telah melakukan uji petik (command center). Sistem ini mengintegrasikan seluruh tahapan, mulai dari pembuatan resep dan meal plan oleh ahli gizi, pemesanan ke supplier, hingga penggunaan digital timer saat proses memasak.
"Saat tahapan packing, setiap porsi makanan dapat dilacak sistem. Begitu juga kurir yang membuat laporan perjalanan melalui aplikasi. Yayasan yang mengelola dapur akan sangat terbantu dalam memantau seluruh proses operasional," ucapnya, mengungkapkan.
Beberapa keunggulan utama aplikasi Simetris meliputi:
• Monitoring Gizi: Memastikan menu memenuhi standar kalori dan nutrisi siswa.
• Logistik Real-Time: Melacak armada agar makanan sampai dalam kondisi hangat dan segar.
• Manajemen Stok: Presisi inventori untuk menekan food waste.
• Transparansi Anggaran: Pencatatan biaya produksi yang akuntabel.
Implementasi teknologi ini juga mengintegrasikan rantai pasok lokal, bagi Yayasan Biijana Paksi Sitengsu, program ini tidak hanya menyerap hasil panen petani dan peternak lokal secara terukur untuk kebutuhan MBG anak sekolah, namun juga memiliki misi sosial yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....