Menjaga Bahasa Krama Tetap Hidup ditengah Gempuran Era Digital
- 16 Jun 2026 16:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Penggunaan Bahasa Jawa Krama di kalangan siswa sekolah di Yogyakarta saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era modern. Salah satu fenomena yang sering muncul adalah percampuran bahasa ketika siswa kesulitan menyampaikan penjelasan yang lebih panjang.
Guru Bahasa Jawa SMK Kota Yogyakarta Arpeni menyampaikan pada awal percakapan banyak siswa berusaha menggunakan bahasa krama untuk berinteraksi dengan guru maupun teman di sekolah.
“Banyak siswa yang berusaha berkomunikasi dengan bahasa krama, tetapi ketika kesulitan mereka beralih ke Bahasa Indonesia karena dianggap lebih mudah digunakan,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Kondisi tersebut menjadi perhatian para pendidik yang terus berupaya menanamkan kesadaran tentang pentingnya menjaga identitas budaya sejak usia dini. Di tengah derasnya pengaruh budaya global, generasi muda diingatkan agar tetap bangga terhadap bahasa dan jati diri sebagai orang Jawa.
Para guru meyakini bahwa pembiasaan menggunakan bahasa krama tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi sehari-hari semata. Lebih dari itu, bahasa krama dinilai mampu membentuk karakter santun karena mengajarkan kesabaran, penghormatan, dan tata krama dalam berinteraksi.
Dalam proses pembelajaran, pendekatan yang digunakan guru juga harus menyesuaikan karakter generasi muda saat ini yang lebih sensitif. Kesalahan berbahasa tidak lagi dikoreksi dengan teguran keras, melainkan melalui cara yang lebih persuasif, santai, dan tidak mempermalukan siswa.
Meski demikian, penggunaan bahasa ngoko antarteman sebaya tetap dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga kelestarian bahasa Jawa. Selama digunakan secara sopan dan tidak mengandung kata-kata kasar, ragam ngoko dapat membantu anak-anak tetap akrab dengan kosakata Jawa dalam kehidupan sehari-hari
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....