Desa Petir Kembangkan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan
- 14 Feb 2026 18:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul — Desa Petir, Kapanewon Rongkop, terus berbenah dalam upaya meningkatkan ketahanan desa. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai kebun keluarga, sekaligus mendukung pengembangan Desa Wisata Petir.
Kamituwa Desa Petir, Pratomo Windarto, Sabtu 14 Februari 2026 , mengatakan bahwa program pemanfaatan pekarangan ini menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis rumah tangga. Sementara itu Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Petir A, Siti Mulyani, menjelaskan bahwa program tersebut dijalankan oleh dua kelompok, yakni KWT Petir A dan KWT Petir B. Pada awal pelaksanaannya, kelompok sempat mengalami kesulitan mendapatkan bibit jahe. Namun, seiring waktu, jenis tanaman yang dibudidayakan semakin beragam.
“Sekarang sudah berkembang. Kami menanam terong, tomat, cabai, buncis, selada, sawi, hingga timun dan pare,” ujarnya.
Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan botol bekas air mineral ukuran lima liter. Sebanyak 236 botol yang disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut. Bibit tanaman sebagian dibeli dalam bentuk benih, sementara sebagian lainnya dibeli dalam ukuran sekitar lima sentimeter.
Saat ini, tanaman buncis sudah mulai berbuah, timun dalam tahap berbunga, dan pare mulai merambat. Siti Mulyani menambahkan, Sabtu 14 Februari 2026, ini menjadi panen kedua untuk komoditas terong, tomat, dan sawi. Sementara selada dan buncis dijadwalkan akan panen pada pekan depan.
Ditambahkan salah satu anggota KWT, Kertajaya Lila, bahwa pemanfaatan pekarangan memberikan banyak manfaat bagi keluarga. Selain mencukupi kebutuhan pangan sehari-hari, hasil panen yang berlebih juga dapat dijual sehingga membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
Dalam perawatan tanaman, kelompok memanfaatkan pupuk organik campuran kompos, merang, dan pupuk kambing. Pupuk kambing terlebih dahulu dihaluskan, kemudian dicampur dengan kompos dan merang, disiram hingga merata, lalu didiamkan selama sekitar satu minggu sebelum digunakan.
Program pemanfaatan pekarangan ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan warga, tetapi juga menjadi daya tarik tambahan dalam pengembangan Desa Wisata Petir di wilayah Gunungkidul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....