Hari Desa Nasional 2026 Perkuat Pembangunan Desa DIY
- 16 Jan 2026 19:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman — Kawasan Tebing Breksi, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, menjadi saksi berkumpulnya ratusan pamong desa dari seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Apel Hari Desa Nasional 2026, Kamis 15 Januari 2026.
Meski diguyur hujan ringan, apel tetap berlangsung khidmat dan tertib. Kegiatan ini menjadi ajang penyatuan langkah pemerintahan desa sekaligus penegasan komitmen desa sebagai kekuatan utama pembangunan wilayah dan bangsa.
Apel Hari Desa Nasional 2026 dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, jajaran Pemerintah Daerah DIY, para bupati dan wali kota se-DIY, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan perhatian serius pemerintah terhadap eksistensi dan peran strategis desa.
Pemilihan Tebing Breksi sebagai lokasi apel dinilai simbolis, karena kawasan ini merepresentasikan keberhasilan desa dalam mengelola potensi lokal melalui kolaborasi masyarakat, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal.
Partisipasi ratusan pamong desa dari berbagai wilayah menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu perhelatan pemerintahan desa terbesar yang pernah digelar di DIY.
Dalam amanatnya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa desa memegang peranan kunci dalam menjaga persatuan sosial, merawat nilai budaya, serta menopang ketahanan ekonomi masyarakat.
Sri Sultan menyampaikan bahwa pamong desa memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar administrasi pemerintahan. Mereka dituntut menjadi penggerak nilai luhur, penjaga keharmonisan sosial, serta figur teladan bagi warganya.
“Pamong desa harus tampil sebagai simbol integritas, pelayanan yang adil, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat. Desa adalah ruang kehidupan bersama yang harus dikelola dengan kejujuran, kearifan, dan rasa tanggung jawab,” ujar Sri Sultan.
Lebih lanjut, Sri Sultan mengingatkan pentingnya kesiapan desa menghadapi dinamika zaman. Pemanfaatan teknologi digital, transparansi informasi publik, serta pengelolaan dana desa yang profesional dan akuntabel menjadi penekanan utama dalam arah kebijakan desa ke depan.
Namun demikian, modernisasi desa tidak boleh menghilangkan identitas budaya. Nilai-nilai gotong royong, musyawarah mufakat, dan kearifan lokal harus tetap menjadi dasar dalam setiap proses pembangunan desa.
Apel Hari Desa Nasional 2026 yang juga ikut meramaikan dengan pameran stan UMKM yang diikuti pelaku usaha desa dari Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, hingga Kota Yogyakarta. Produk-produk unggulan desa ditampilkan sebagai wujud nyata kemandirian ekonomi lokal.
Pameran UMKM ini bertujuan mempererat jejaring ekonomi antardesa sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk berbasis potensi lokal, kata salah satu panitia saat dijumpai di lokasi stand UMKM.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan stan UMKM oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X serta dialog singkat bersama pamong desa dan pelaku UMKM, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi desa di Daerah Istimewa Yogyakarta. (ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....