Ikhtiar Mendukung Ketahanan Pangan, RRI Luncurkan Kelompencapir Digital

  • 20 Agt 2026 21:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Radio Republik Indonesia (RRI) bersama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) digital, Kamis, 20 Agustus 2026. Peresmian Kelompencapir digital ini ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Direktur Perbenihan Ditjen Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi, dengan diikuti oleh para petani bawang merah di Bulak Parangtritis, Kabupaten Bantul, DIY.

Direktur Utama LPP RRI, Hendrasmo, yang hadir dalam peluncuran Kelompencapir digital menuturkan, program yang digagas oleh RRI tersebut menjadi ikhtiar RRI untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Lewat forum Kelompencapir, para petani, nelayan, maupun penyuluh pertanian dapat saling bertukar pendapat, maupun berbagi informasi.

“Kami menghadirkan kembali kelompencapir ini untuk bisa saling mengomunikasikan persoalan mereka, aspirasi mereka, tantangan mereka, sehingga ini segera bisa cepat direspons oleh pemerintah. Artinya, dengan komunikasi yang bagus dalam ekosistem ini, tentu akan juga memudahkan pencapaian tujuan swasembada pangan, ketahanan pangan,” ujarnya.

Hendrasmo yang hadir langsung di acara panen raya bawang merah dan sekaligus peluncuran Kelompencapir digital, menuturkan, tantangan utama swasembada saat ini adalah penggunaan pertanian modern dengan terobosan atau inovasi baru yang harus diterapkan kepada para petani.

Kesenjangan informasi di bidang teknologi pertanian terbaru, maupun solusi terhadap permasalahan hulu dan hilir di sektor pertanian, yang ditangkap oleh RRI untuk kembali menghidupkan Kelompencapir di era digital saat ini.

“Jadi ini adalah tugas kita. Dan terkait dengan kelompecapir, ini adalah salah satu model, dan kita harus terus memperkuat lagi. Karena itu kita memerlukan ekosistem. Jadi bukan hanya RRI saja, tapi kita juga harus bekerja dengan TVRI, stakeholder yang lain, untuk bisa memperkuat pengomunikasian persoalan-persoalan dalam ketahanan pangan supaya bisa direspons dan memudahkan pencapaian tujuan ini,” ucapnya, kepada awak media.

Suasana perlombaan kelompencapir yang berlangsung di Joglo Sapta Arga, Dusun Bungkus, Kalurahan Parangtritis, Kabupaten Bantul, Kamis, 20 Agustus siang. LPP RRI kembali menghidupkan Kelompencapir dengan nuansa balutan digital. (Foto: RRI/Rosihan Anwar)

Jangkau Gen Z

Menariknya, LPP RRI kembali menghidupkan ide Kelompencapir yang populer di era Orde Baru dengan kemasan yang berbeda. Dirut LPP RRI Hendrasmo menuturkan, dengan kekuatan multiplatform dan juga media sosial (medsos) yang ada saat ini, informasi seputar permasalahan pertanian dapat dicarikan solusinya.

“Jadi teknologi digital, ya, platform digital itu tentu saja membantu meningkatkan jangkauan informasi, jangkauan komunikasinya. Sudah pasti kita akan mengadaptasi itu di mana masyarakat apalagi generasi milenial, dan Gen Z, itu lebih banyak mengakses platform digital, ya. Sehingga kita akan mengisi ruang-ruang itu juga, tentu saja," ujar Dirut LPP RRI.

Sementara itu, Taufan Pamungkas Marhaendrajaya selaku Kepala LPP RRI Yogyakarta menuturkan, salah satu kekuatan RRI adalah siaran pedesaan yang memadukan unsur budaya yang kental. Hal itu menjadi wahana untuk pengembangan Kelompencapir digital di masa depan.

“Kita akan terus menyiarkan program yang mendukung ketahanan pangan. Contohnya, kami punya siaran Mbangun Desa di Pro4 RRI Yogyakarta. Itu dapat menjadi cikal bakal pengembangan Kelompencapir digital ini. Itu akan menjadi perhatian kita dalam mendukung program ketahanan pangan nasional,” ucapnya.

Dalam peluncuran Kelompencapir digital, sebanyak empat tim mengikuti lomba selayaknya cerdas cermat soal pertanian bawang merah. Para petani diuji kemampuannya soal pengetahuan budidaya bawang merah yang benar dan efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....