Sekolah Rakyat di Mata Masyarakat
- 20 Okt 2025 15:08 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Sleman: Program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, sekolah rakyat telah dijalankan selama beberapa bulan di berbagai daerah di Indonesia. Program ini diinisiasi dengan tujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang tinggal di daerah terpencil.
Dalam satu tahun pemerintahannya, Prabowo-Gibran sudah berhasil merintis lebih dari 160 titik Sekolah Rakyat di berbagai provinsi. Sejumlah opini pun disampaikan masyarakat terkait program tersebut. Mia, salah satu staf pengajar perguruan tinggi negeri di Yogyakarta, menyebut program ini sudah sesuai di beberapa tempat. Ia menyebut program ini sudah mampu menyasar para siswa kurang mampu.
Namun, sebagai tenaga pengajar ia merasa program ini bisa dikaji ulang, karena program sekolah rakyat ini seakan menggusur sekolah negeri yang sudah ada.
“Bagaimana jika menggunakan sekolah-sekolah yang sudah ada dibanding membuat dari awal yang mengeluarkan dana begitu besar? Ya, akan lebih baiknya ditinjau dari segi itu karena sebenarnya tujuannya baik,” ucap Mia saat dihubungi RRI, Senin (20/10/2025)
Sejalan dengan rekan sejawatnya, Tari menyebut program di bawah Kementerian Sosial (kemensos) ini sebaiknya dikaji ulang. Karena masih banyak sekolah negeri yang fasilitasnya belum cukup mumpuni.
Namun, program ini menurutnya juga sangat bagus bila dikaitkan dengan serapan tenaga kerja. Banyak lulusan sarjana terutama yang sudah menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang bisa mendapat pekerjaan di sekolah rakyat.
“Karena teman saya sendiri mereka itu yang kemarin jadi positif ya, mereka membuka lowongan kerja untuk beberapa teman saya yang kemarin sudah PPG, tetapi belum disalurkan. Dengan adanya ini mereka menjadi ada kesempatan untuk menggunakan sertifikatnya,” ujar Tari.
Mudhif, seorang mahasiswa menyampaikan bahwa program ini sudah cukup baik, tetapi dapat menjadi lebih optimal apabila fasilitas di sekolah-sekolah dapat lebih ditingkatkan. Dibandingkan dengan membuat sekolah baru dengan fasilitas yang kurang memadai.
“Iya, sehingga apa yang sudah ada bisa dikembangkan lagi atau pun tidak perlu sampai jadi sebuah sekolah rakyat. Jadi memang alih-alih untuk membuat suatu sekolah, lebih baik untuk apa yang sudah ada itu diperbaiki fasilitasnya dan ditingkatkan,” ujar Mudhif. (Wulan/Tiara/Amar/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....