Kisah Tragis Jelajah Gua Hingga Meregang Nyawa

  • 19 Agt 2024 13:16 WIB
  •  Mamuju

KBRN, Mamuju : Aktivitas berpetualang dan berwisata menjelajah keindahan bumi bisa dilakukan dengan beragam cara. Banyak yang memilih untuk melakukannya dengan menghabiskan waktu bersama keluarga dengan bermain air dan pasir di pantai, bertamasya ke tempat-tempat menarik, namun tidak sedikit pula yang memilih untuk melakukan kegiatan berwisatanya dengan cara yang sedikit beresiko. Salah satu kegiatan berwisata yang cukup menantang yaitu kegiatan menjelajah gua.

Pada dasarnya, kegiatan menjelajah gua ini dilakukan untuk mengeksplorasi keindahan geologis alami di dalam gua. Menjelajahi setiap lorong-lorong gua sembari menikmati pemandangan stalaktit dan stalagmit pada langit-langit dan dinding gua yang begitu menakjubkan, termasuk merasakan sensasi dingin dan gelapnya berada di dalam gua, serta beragam aktivitas lainnya yang dapat dilakukan dengan jelajah gua sehingga sangat menarik minat para petualang dan penggemar tantangan di alam terbuka. Meskipun menjadi sebuah aktivitas berwisata yang cukup menguji adrenalin, namun aktivitas ini nyatanya justru digemari oleh banyak wisatawan yang memang menyukai petualangan yang menantang. Tentu saja menjadi hak masing-masing pribadi untuk melakukan kegiatan berwisata yang disukainya, namun perlu selalu diingat bahwa keselamatan menjadi hal yang paling utama, agar terhindar dari hal-hal berbahaya seperti yang dialami oleh seorang pemuda asal Amerika Serikat bernama John Edward Jones, yang harus meregang nyawa saat tengah menjelajah gua Nutty Putty di Utah, Amerika Serikat pada November tahun 2009 silam.

Pada awalnya John bersama saudara laki-lakinya Josh dan sembilan orang temannya bersepakat untuk menjelajah Gua Nutty Putty. Setelah sekitar 1 jam menjelajah gua, John kemudian menyarankan rombongannya untuk menjelajah bagian gua yang dikenal dengan sebutan The Birth Canal, yaitu bagian gua yang berupa lorong panjang dan sempit yang akan berakhir pada sebuah area gua yang luas. John dan Josh kemudian menemukan sebuah celah sempit di dinding gua yang mereka salah mengira celah sempit tersebut adalah The Birth Canal. John yang masuk terlebih dulu terus memaksakan dirinya melalui celah sempit tanpa ada cara untuk berbalik, karena mengira bahwa celah tersebut akan berujung pada area gua yang luas. John kemudian melihat didepannya ada sebuah celah batu yang dia pikir akan terbuka menjadi gua sehingga memberikan jalan kepada dirinya untuk berbalik, namun untuk mencapai titik itu, John harus berupaya mengempiskan dadanya lalu bergerak maju. Sayangnya, ketika dadanya kembali mengembang, John akhirnya terjebak dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas serta salah satu tangannya terjepit di dada. Josh sempat merayap sedikit kedalam celah yang berukuran belum terlalu sempit dan mencoba menyelamatkan saudaranya dengan menarik kakinya, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Akhirnya Josh memutuskan untuk keluar gua mencari pertolongan.

Setelah regu penyelamat datang dan melakukan berbagai upaya penyelamatan, tidak satu pun yang berhasil mengeluarkan John dari jebakan batu tersebut. Akhirnya setelah 28 jam terjebak dalam kondisi terbalik, John dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung karena kesulitan bernapas dalam kondisi terbalik. Hingga saat ini, jasad John tidak pernah berhasil dievakuasi dan masih berada di tempat tersebut. Guna menghindari terjadinya kejadian naas berikutnya, pemerintah setempat memutuskan untuk menutup gua tersebut.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....