Sumang Gayo, Budaya yang Mengatur Adab Pria dan Wanita
- 22 Agt 2023 16:18 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Kebudayaan menduduki posisi sentral dalam seluruh tatanan kehidupan manusia. Seluruh sarana hidup manusia dan masyarakat berjalan di atas landasan kebudayaan tersebut. Salah satu daerah yang memegang kuat adat istiadat dan budaya itu ialah masyarakat Gayo.
Gayo merupakan suatu suku yang terletak di wilayah Sumatera, khususnya Aceh di bagian tengah. Masyarakat Aceh Tengah terkenal dengan ketaatannya dalam agama dan sangat menjunjung tinggi budaya serta adat-istiadatnya. Kesepadanan antara adat serta budaya Islami tumbuh dalam bermacam aspek kehidupan, khususnya bagi masyarakat Gayo.
Dalam masyarakat Gayo terdapat pantangan atau larangan yang biasanya disebut sebagai sumang. Sumang dalam masyarakat Gayo bertujuan untuk mendidik dan menuntun generasi penerus bangsa agar menjadi manusia yang berakhlak mulia. Sumang menjadi pusat kontrol prilaku bagi masyarakat dalam menjalin ikatan antar sesama dalam kehidupan sehari-hari baik dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan sosial, menjadi kontrol kelompok atau orang dalam membentuk serta membina manusia yang beradab.
Terdapat 4 (empat) jenis sumang, yaitu Sumang Kenunulen, Sumang Percerakan, Sumang Pelangkahan dan Sumang Penengonen.
Sumang kenunulen (Sumang saat sedang duduk) ialah seorang yang berperilaku tidak etis saat duduk. Contohnya seperti orang-orang dewasa yang berbeda jenis kelamin dan bukan muhrim tetapi duduk berdua ataupun bertamu tanpa ditemani muhrimnya.
Sumang Percerakan (Sumang pembicaraan) ialah prosedur atau tempat maupun isi pembicaraan yang nakal atau porno, seperti misalnya orang dewasa berbicara sesuatu yang tidak wajar kepada orang tua/mertuanya ataupun kepada orang yang lebih tua umurnya. Kemudian berbicara di antara orang yang berlainan jenis kelamin atau isi pembicaraan yang tidak baik, maupun berbicara di tempat yang tertutup ataupun semacam cara berbisik dan terang-terangan.
Sumang Pelangkahan (Sumang perjalanan) ialah pergi untuk melaksanakan suatu hal, yang mana mendekati perbuatan maksiat, seperti mengarah ke tempat maksiat atau laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri, ataupun bukan muhrimnya pergi bersama-sama ketempat terbuka atau ramai, apa lagi jika ke tempat yang sepi.
Sumang Penengonen (Sumang penglihatan) ialah cara atau arah melihat yang tidak baik atau tidak pada tempatnya, contohnya seperti orang dewasa melihat dengan cara sinis (mujoreng) kepada orang tua atau yang lebih tua umurnya. Kemudian contoh lain, laki-laki memandang aurat perempuan dengan sengaja ataupun sebaliknya perempuan yang memandang aurat laki-laki dan juga laki-laki secara nakal seperti megedip mata atau isyarat-isyarat lainnya untuk merayu perempuan untuk melakukan maksiat.
Budaya sumang ialah salah satu budaya yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat Gayo, dan sudah semestinya dijadikan kearifan lokal untuk menegakkan karakter masyarakat. Menjadikan budaya sumang sebagai kearifan lokal di harapkan mampu untuk mengurangi dampak globalisasi dengan menanamkan nilai-nilai positif kepada yang didasarkan pada nilai, norma serta adat istiadat yang dimiliki masyarakat Gayo.
Kearifan lokal sangat dibutuhkan pada saat ini, apalagi di zaman globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang terus berkembang pesat ditakutkan dapat membuat kecintaan yang berlebih terhadap budaya lokal perlahan-lahan tergerus seiring perkembangan zaman. Maka dari itu perlu ditanamakan rasa cinta kepada kebudayaan lokal khususnya daerah, kepada kaum muda atau remaja yang ada di wilayah Aceh Tengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....