Daya Tarik Wisata Alam Bahari Pulau Rubiah dan Pantai Uempamaja
- 02 Agt 2026 20:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia memiliki beragam destinasi wisata bahari dengan pengalaman berbeda, mulai dari pemandangan bawah laut hingga pantai alami yang terus dikembangkan.
- Pulau Rubiah di Kota Sabang, Aceh, menjadi unggulan destinasi wisata bahari Indonesia dengan atraksi utamanya adalah keindahan laut.
- Pulau Rubiah memiliki nilai sejarah penting sebagai lokasi karantina haji pertama di Indonesia, menambah daya tarik wisata edukatif.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia memiliki beragam destinasi wisata bahari yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Mulai dari pemandangan bawah laut, wisata sejarah, hingga pantai alami yang kerap dikembangkan agar semakin banyak orang mengunjunginya.
Salah satu tempat yang menjadi unggulan adalah Pulau Rubiah di Kota Sabang, Aceh. Selain itu, Pulau ini juga memiliki nilai sejarah sebagai lokasi karantina haji pertama di Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, menyatakan pesona Pulau Rubiah adalah keindahan biota laut dan terumbu karangnya. Wisatawan dapat menikmati keindahan bawah laut melalui snorkeling, menyelam, atau menggunakan kapal kaca.
“Jadi kegiatan snorkeling yang paling banyak menarik minat wisatawan saat ini salah satunya itu memberi makan ikan. Daya tarik yang paling utama di Pulau Rubiah ada pelestarian terumbu karang dan rumah-rumah Nemo (clownfish),” ujar Harry dalam perbincangan bersama PRO3 RRI, Minggu, 2 Juli 2026.
Pulau Rubiah juga memiliki sejarah panjang di balik namanya. Nama pulau tersebut berasal dari Nyak Rubiah, istri ulama Teungku Iboih yang menyebarkan agama Islam di Pulau Weh.
“Kalau dari sejarahnya Sabang dibentuk sekitar 1874, Rubiah itu diambil dari nama istri Teungku Iboih. Secara resmi, Kota Sabang dibentuk pada 1965,” kata Harry.
Menurut Harry, Pemerintah Kota Sabang kerap berinovasi agar Pulau Rubiah terus menjadi destinasi favorit. Selain memulihkan terumbu karang yang terkena tsunami 2004, pemerintah juga membuat atraksi baru berupa tur lumba-lumba.
Sementara itu, Pantai Uempamaja di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, juga menjadi favorit wisatawan dari berbagai belahan ndonesia. Dibuka setahun lalu, kawasan ini menawarkan pantai serta mata air tawar yang berada di dekat bibir pantai.
“Kalau saat ini dan setahun kemarin, khususnya Sulawesi Tengah, itu yang dari Luwuk Banggai. Kemudian dari daerah luar, Manado, Makassar, bahkan Kalimantan,” ucap Kepala Desa Uetoli, Saiful Bahri pada kesempatan yang sama.
Saiful menyampaikan bahwa pengurus juga memperbaiki akses jalan wisata dan menambah sejumlah fasilitas penunjang wisata. Ia berharap Dinas Pariwisata dapat membangun tempat menginap dan menguatkan UMKM supaya manfaat ekonomi dapat dirasakan warga setempat.
Kedua destinasi tersebut membuktikan bahwa pembangunan wisata bukan hanya pada alamnya, tetapi juga layanan dan keterlibatan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan menjaga daya saing pariwisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....