Agro Eduwisata Jadi Magnet Baru: Dari Tempat Rekreasi Menjadi Ruang Belajar
- 26 Jul 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Agro eduwisata berkembang sebagai konsep wisata yang menggabungkan pendidikan, praktik pertanian langsung, dan rekreasi alam untuk menarik pengunjung.
- Agro Eduwisata Artansi Purbalingga menerapkan sistem pertanian terintegrasi yang mencakup budidaya tanaman, peternakan, dan perikanan dalam satu lokasi.
- Model ini memungkinkan pengunjung mendapatkan pengalaman praktis mempelajari berbagai sektor pertanian secara langsung di lapangan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Agro eduwisata kini maju menjadi tempat yang bukan hanya menawarkan wisata, tetapi juga pengalaman mempelajari pertanian secara langsung. Konsep ini menggabungkan pendidikan, praktik di lapangan, dan rekreasi alam yang memikat masyarakat.
Pengelola Agro Eduwisata Artansi Purbalingga, Tri Bowo, mengatakan tempat yang dikelolanya mengusung konsep pertanian terintegrasi. Pengunjung dapat mengenal budidaya tanaman, peternakan, hingga perikanan dalam satu kawasan.
Menurutnya, pertanian modern menjadi salah satu cara untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat, terutama generasi muda, terhadap sektor pertanian. Karena itu, pengelola memanfaatkan teknologi dan sistem budidaya modern agar proses belajar terasa lebih menarik.
“Untuk peternakannya, ada peternakan sapi, domba, kelinci, juga peternakan jangkrik. Kemudian perikanannya, ada beberapa model, sistem bioflok, kolam tanah, dan lain sebagainya,” ujar Bowo dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Minggu, 26 Juli.
Sementara itu, Owner Agro Edu Wisata Toboponik Bengkulu, Yusuf Kurniawan, menjelaskan lokasinya berfokus pada budidaya melon hidroponik. Pengunjung dapat memetik melon langsung dari greenhouse yang panennya diatur bergantian sehingga tersedia setiap hari.
“Kita punya lembaga P4S (Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya), itu tempatnya orang belajar di bidang pertanian. Jadi kunjungan sekolah tercatat sudah ribuan orang datang, dari TK, SD, SMP, sampai perguruan tinggi, kemudian orang magang,” ucap Yusuf.
Baik Artansi maupun Toboponik juga menjadi tujuan belajar bagi peserta dari berbagai tempat. Bukan hanya siswa, beberapa kelompok masyarakat dan lembaga turut menggunakan fasilitas pelatihan untuk menambah pengetahuan di sektor pertanian.
Kedua pengelola menilai pengembangan agro eduwisata harus kerap disertai kolaborasi dengan warga, inovasi, juga penggunaan teknologi. Usaha tersebut diharapkan membuat agro eduwisata terus diminati dan memperbesar pemahaman masyarakat terhadap pertanian modern. (Shafira Nursyifa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....