Mengenal Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Tersibuk hingga Ikon Wisata Semarang
- 30 Jul 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Stasiun Semarang Tawang mencatat lebih dari dua juta aktivitas penumpang naik dan turun selama Januari hingga Juni 2026.
- Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), Stasiun Semarang Tawang merupakan stasiun keempat tersibuk di Indonesia.
- Selain menjadi simpul transportasi kereta api yang strategis, Stasiun Semarang Tawang juga memiliki nilai penting sebagai bangunan cagar budaya.
RRI.CO.ID, Jakarta - Stasiun Semarang Tawang tidak hanya dikenal sebagai bangunan cagar budaya, tetapi juga salah satu simpul transportasi tersibuk di Indonesia. Pada Semester I 2026, stasiun ini mencatat lebih dari dua juta aktivitas penumpang.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun tersibuk keempat di Indonesia. Selama Januari hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 2.152.894 aktivitas penumpang naik dan turun.
Stasiun ini tak hanya melayani mobilitas masyarakat saja. Stasiun Semarang Tawang juga mengoperasikan rata-rata 34 perjalanan kereta api setiap hari.
Kinerja operasional Stasiun Semarang Tawang juga tergolong tinggi. Tingkat ketepatan waktu (OTP) keberangkatan kereta penumpang mencapai 99,45 persen, sedangkan untuk kedatangan sebesar 95,83 persen.
Pada layanan logistik, OTP keberangkatan kereta barang tercatat mencapai 97,65 persen. Sementara OTP kedatangan kereta barang mencapai 98,06 persen.
Transformasi digital juga terus dilakukan. Hingga Juli 2026, Stasiun Semarang Tawang menjadi pengguna layanan Face Recognition Boarding Gate terbanyak di wilayah Daop 4 Semarang.
Sebanyak 434.079 pelanggan telah memanfaatkan teknologi tersebut. Sistem ini mempercepat proses keberangkatan sekaligus meningkatkan kenyamanan penumpang.
Sebagai stasiun kelas besar tipe A, Stasiun Semarang Tawang melayani hampir seluruh perjalanan kereta api penumpang di Kota Semarang. Kawasan pengembangannya memiliki luas sekitar 14,5 hektare dengan luas bangunan mencapai sekitar 135.240 meter persegi.
Adapun bangunan cagar budayanya berdiri di atas lahan seluas 27.310 meter persegi dengan luas bangunan utama sekitar 5.300 meter persegi. Keberadaan stasiun tersebut turut mendukung sektor pariwisata Kota Semarang.
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Semarang mencapai 8.923.868 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 47.662 wisatawan mancanegara dan 8.871.530 wisatawan nusantara.
Angka itu meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.345.373 kunjungan. Stasiun Semarang Tawang juga berada di kawasan yang dekat dengan sejumlah destinasi wisata sejarah.
Di antaranya Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, dan Gereja Blenduk yang menjadi ikon Kota Semarang. Melalui revitalisasi ini, pemerintah berharap semakin memperkuat posisi Stasiun Semarang Tawang sebagai ikon sejarah, budaya, dan pariwisata Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....