Revitalisasi Candi Prambanan Ditargetkan Dongkrak Wisata dan Ekonomi Budaya

  • 24 Jul 2026 01:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Revitalisasi Candi Prambanan ditargetkan meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat ekonomi budaya melalui konsep living heritage.
  • Pemerintah mendorong peningkatan konektivitas wisatawan mancanegara dengan memperkuat akses transportasi menuju Yogyakarta.
  • Kunjungan Candi Prambanan mencapai 2,3 juta wisatawan pada 2025, dan pemerintah menargetkan meningkat menjadi tiga juta wisatawan pada 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Revitalisasi Candi Prambanan dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat ekonomi budaya nasional. Upaya tersebut juga diharapkan menjadikan kawasan candi sebagai living heritage yang tetap hidup melalui aktivitas budaya dan keagamaan.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan Candi Prambanan berpotensi menjadi tujuan wisata religi bagi umat Hindu dari berbagai negara. Pemerintah optimistis peningkatan kunjungan akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan cagar budaya.

"Kita ingin harapkan dengan revitalisasi restorasi, candi ini menjadi living heritage, ini juga akan mendatangkan semakin banyak pengunjung. Baik itu wisatawan maupun mereka yang berziarah wisata religi," katanya saat menghadiri Taklimat Media: Pemulangan Artefak Budaya Indonesia, Lobby Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menyebut konektivitas menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Prambanan. Pemerintah mendorong penguatan akses transportasi, termasuk penerbangan langsung dari sejumlah negara menuju Yogyakarta.

Ia menjelaskan, jumlah kunjungan ke Candi Prambanan pada 2025 mencapai 2,3 juta wisatawan. Yaitu dengan 10 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

"Selebihnya adalah turis domestik, kita harapkan ke depan ini kalau sudah diperbaiki. Akan ada lonjakan yang jauh lebih besar," ucapnya.

Ia berharap peningkatan kunjungan wisata budaya dapat mendatangkan devisa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar kawasan Candi Prambanan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pelestarian warisan budaya Indonesia untuk generasi mendatang.

Dalam mendongkrak perekonomian wisata, pengelolaan pariwisata Borobudur saat ini sudah menunjukkan perkembangan positif. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera.

Ia menekankan pentingnya integrasi antar sektor dalam pengelolaan kawasan. Ia menyebut, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi utama, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang lengkap.

"Program kunjungan wisata perlu diperluas, tidak hanya pagi dan sore. Tetapi juga hingga malam hari dengan konsep yang terintegrasi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....