Empat Festival Budaya Nusantara yang Menjadi Magnet Wisatawan Mancanegara
- 24 Mei 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia dikenal sebagai negara multikultur dengan ribuan suku dan ratusan bahasa daerah yang beragam.
- Tradisi lokal Indonesia menjadi daya tarik wisata sekaligus diakui dunia sebagai warisan budaya berharga.
- Festival budaya tahunan digelar untuk melestarikan adat, kesenian, dan identitas daerah masing-masing.
- Pelestarian budaya daerah penting untuk menjaga identitas bangsa dan mengenalkan tradisi kepada generasi muda.
- Beragam festival budaya nusantara membuktikan kekayaan tradisi Indonesia tetap lestari hingga sekarang.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indonesia dikenal sebagai negara multikultur karena memiliki ribuan suku dan ratusan bahasa daerah yang sangat unik. Keberagaman tradisi lokal ini berhasil memikat wisatawan mancanegara sekaligus diakui oleh dunia internasional sebagai warisan berharga.
Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri, mulai dari adat istiadat, bahasa, hingga kesenian tradisional yang turun-temurun. Berbagai festival budaya tahunan diadakan untuk melestarikan warisan leluhur dan ciri khas tersebut.
Beberapa festival budaya dikenal sudah mendunia. Simak, festival kebudayaan paling unik di nusantara yang tetap lestari hingga saat ini dan menjadi magnet wisatawan mancanagara, melansir dari berbagai sumber:
1. Festival Kerapan Sapi, warisan tradisi balapan asal Madura
Festival pacuan sapi khas Madura rutin berlangsung setiap Agustus hingga September dan selalu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Pengunjung dapat menyaksikan sepasang sapi menarik kereta kayu sambil berlomba cepat melawan peserta lainnya sepanjang lintasan tertentu.
Lintasan Karapan Sapi biasanya memiliki panjang sekitar seratus hingga dua ratus meter dengan suasana kompetisi sangat meriah setiap tahunnya. Sebelum perlombaan dimulai, pemilik sapi umumnya memberikan perawatan khusus karena tradisi tersebut diwariskan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
2. Atraksi Adat Lompat Batu Asal Nias
Festival lompat batu berasal dari Pulau Nias, Sumatera Utara, dan dikenal masyarakat lokal dengan sebutan Fahombo hingga sekarang. Keunikan budaya Nias tersebut pernah menghiasi uang pecahan seribu rupiah tahun 1992 sebagai simbol warisan budaya Indonesia terkenal.
Dalam pertunjukan tradisional ini, para pemuda melompati susunan batu tinggi sebagai simbol ketangkasan dan keberanian masyarakat setempat. Bagi warga Nias, tradisi tahunan setiap Agustus melambangkan kedewasaan sekaligus menghadirkan kebanggaan besar bagi keluarga mereka masing-masing.
3. Tradisi Erau Khas Kutai Kartanegara
Kata Erau berasal dari bahasa Kutai “eroh” yang menggambarkan suasana meriah, ramai, serta penuh kebahagiaan bagi masyarakat setempat. Festival budaya tersebut termasuk perayaan tertua Indonesia karena sudah berlangsung sejak masa Kerajaan Kutai pada zaman dahulu berkembang.
Saat ini, Festival Erau menjadi bagian peringatan hari jadi Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur setiap tahunnya berlangsung meriah. Perayaan berskala internasional tersebut berlangsung selama beberapa hari dan mendapat pengakuan lembaga folklor dunia dibawah UNESCO secara resmi.
4. Festival Tradisional Pasola Khas Sumba
Tradisi Pasola memadukan kemampuan berkuda dan melempar lembing sebagai bagian perayaan tahun baru kepercayaan Marapu masyarakat Sumba. Atraksi budaya tersebut menghadirkan suasana meriah sekaligus menunjukkan keberanian para peserta dalam mengikuti ritual adat turun-temurun setempat.
Pelaksanaan Pasola hanya berlangsung pada beberapa kampung tertentu di wilayah Sumba Barat dengan jadwal bergantian setiap tahunnya.
Tradisi tersebut biasanya digelar antara Februari hingga Maret dan selalu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah setiap tahunnya.
Beragam festival tradisional tersebut membuktikan Indonesia memiliki kekayaan budaya luar biasa yang tetap bertahan ditengah perkembangan zaman modern saat ini. Melalui pelestarian budaya daerah, generasi muda diharapkan semakin mengenal tradisi nusantara sekaligus menjaga identitas bangsa bersama kedepannya. (Sarah Maulida Ali)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....