Wisatawan Premium Serbu Indonesia, Hotel Mewah Catat Pemulihan Tercepat

  • 13 Mei 2026 08:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hotel mewah Indonesia kembali pulih ke tingkat okupansi sebelum pandemi dan jadi yang paling cepat bangkit dibanding kelas hotel lain.
  • Permintaan perjalanan premium dan tarif hotel terus naik, terutama di Bali, yang juga memimpin pasar hunian bermerek branded residence.
  • ITX 2026 menyoroti peluang besar sektor pariwisata mewah, investasi hotel, dan properti branded di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Industri hotel mewah di Indonesia resmi kembali ke tingkat okupansi sebelum pandemi Covid-19. Pemulihan tersebut bahkan melampaui seluruh kelas hotel lainnya, sekaligus menandai meningkatnya permintaan perjalanan premium di Tanah Air.

Kondisi ini menjadi sorotan dalam ajang Indonesia Tourism Xchange (ITX) 2026 yang digelar di The Langham Hotel, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2026. Forum tersebut mempertemukan lebih dari 400 pelaku industri dari sektor perhotelan, investasi, pariwisata, hingga properti branded residence.

Berdasarkan data STR - Divisi analitik hotel milik CoStar Group, okupansi hotel mewah Indonesia selama 12 bulan hingga Maret 2026 telah kembali ke level pra-pandemi. Sementara, untuk kelas hotel lainnya masih tertinggal sekitar 5,5 poin persentase.

Selain tingkat hunian, tarif hotel di Indonesia juga tercatat naik lebih dari 40 persen dibanding 2019. Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya permintaan wisatawan premium dan bertambahnya pasokan hotel kelas atas, terutama di Bali.

Wakil Presiden Regional Operasional Asia Langham Hospitality Group, Sherona Shng mengatakan, wisatawan mewah kini mencari pengalaman yang lebih autentik saat berkunjung ke Indonesia.

"Wisatawan mewah yang datang ke Indonesia tidak mencari replika dari hotel global. Mereka mencari makna, konteks, dan rasa tempat," kata Sherona.

Tak hanya hotel, sektor branded residence atau hunian bermerek juga mengalami pertumbuhan pesat. Riset C9 Hotelworks mencatat, nilai pasar branded residence Asia mencapai sekitar USD40 miliar atau setara Rp707 triliun dengan lebih dari 50 ribu unit dalam pipeline proyek.

Indonesia menyumbang sekitar USD1,4 miliar atau sekitar Rp24,7 triliun dari total pasar tersebut. Bali menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 25 persen nilai pasar branded residence nasional.

Kawasan Canggu dan Berawa tercatat sebagai pusat pengembangan terbesar dengan lebih dari 1.700 unit properti premium. Kemudian disusul oleh Uluwatu, Seminyak, Sanur, dan kawasan Seseh-Pererenan.

Managing Director C9 Hotelworks, Bill Barnett mengatakan, hunian bermerek kini menjadi penggerak utama pasar properti mewah Indonesia. "Residensi bermerek bukan lagi produk sekunder di Indonesia. Mereka menjadi pendorong utama permintaan properti mewah," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pacific Asia Horwath HTL Matt Gebbie menilai sektor hotel mewah Indonesia kini memasuki fase pertumbuhan baru. Fase ini menuntut diferensiasi produk dan pengalaman wisata yang lebih kuat.

Indonesia Tourism Xchange 2026 diselenggarakan oleh Horwath HTL, C9 Hotelworks, STR, QUO Global, Greenview, dan Delivering Asia. Event ini mendapat dukungan penuh dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Jakarta Hotels Association, dan Bali Hotels Association.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....