Perempuan Didorong Jadi Garda Terdepan Dukung FOLU Net Sink 2030
- 13 Mei 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Semangat kolaborasi perempuan lintas kementerian dalam mendukung program FOLU Net Sink 2030
- target program FOLU Net Sink 2030 adalah menekan emisi gas rumah kaca melalui perlindungan hutan
RRI.CO.ID, Kuningan — Semangat kolaborasi perempuan lintas kementerian dalam mendukung program FOLU Net Sink 2030 kini telah dilakukan. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai peserta perempuan dari kementerian/lembaga untuk memperkuat kesadaran terhadap pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan.
Perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Khusnul Khotimah, mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan terkait FOLU Net Sink 2030. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka pemahamannya mengenai pentingnya menjaga hutan sebagai upaya menekan emisi gas rumah kaca.
Ia menjelaskan, para peserta mendapat pemahaman bahwa hutan memiliki peran penting sebagai paru-paru bumi. Dan harus dijaga demi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan manusia.
“Kalau hutan rusak, nanti oksigen kita dapat dari mana. Jadi memang kita harus sama-sama menjaga,” ujarnya kepada rri.co.id di Kuningan, Jawa Barat, Rabu, 13 Mei 2026.
Khusnul memahami bahwa target program FOLU Net Sink 2030 adalah menekan emisi gas rumah kaca melalui perlindungan hutan dan kolaborasi. Ia menilai perempuan memiliki peran besar dalam mendukung keberhasilan program tersebut.
“Untuk itu perlu dilakukan langkah sederhana. Seperti menanam tumbuhan dan menjaga hutan yang ada dapat menjadi kontribusi nyata dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Hal senada disampaikan Ghina , perwakilan dari Kementerian Pariwisata. Ia mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan yang dinilainya berkaitan erat dengan konsep pariwisata berkelanjutan.
Menurut Ghina , kegiatan tersebut memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan. Ayoni antara nilai ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Ia menilai kegiatan penanaman pohon yang dilakukan bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk aksi nyata menjaga alam. Menurutnya, pohon memiliki peran penting dalam merawat kehidupan di sekitarnya.
“Perempuan bisa jadi garda terdepan menghadapi krisis iklim. Dimulai dari langkah kecil seperti menanam pohon dan membangun kesadaran menjaga lingkungan,” kata Ghina.
Selain penanaman pohon, Ghina juga mengaku terkesan melihat berbagai biota dan satwa endemik di kawasan Gunung Ciremai. Pengalaman tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa hutan menyimpan kekayaan alam yang harus dijaga bersama.
Menurutnya, keberadaan flora dan fauna endemik menjadi alasan penting mengapa pelestarian hutan harus terus dilakukan. Salah satunya agar lingkungan tetap lestari sekaligus memberi manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....