Pemerintah Yakin Kemiskinan Ekstrem Tuntas pada 2026

  • 13 Mei 2026 07:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pemerintah menargetkan kemiskinan ekstrem nol persen.
  • 2. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program perlindungan sosial telah mencapai Rp508,2 triliun.
  • 3. Pemerintah akan berkomitmen mengaupdate data penerima bansos dan data terintegrasi

RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin optimistis kemiskinan ekstrem mencapai nol persen pada 2026. Upaya menekan angka kemiskinan ekstrem sebagai upaya pemerintah menghapus kemiskinan di Tanah Air.

"Kita optimis dan yakin kemiskinan ektrem 2026 nol persen. Kemiskinan 5% di 2029," kata Cak Imin dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan usai menghadap Presiden Prabowo Subianto, Selasa, 12 Mei 2026.

Cak Imin menjelaskan data-data kemiskinan di Tanah Air yang trennya mengalami penurunan setiap tahun. Cak Imin mengatakan angka kemiskinan pada 2024 yakni 8,57%, selanjutnya turun menjadi 8,25% pada tahun lalu.

"Hari ini kita terus kejar sampai di angka 7,36% tahun 2026, target kemiskinan ektrem 0,99% dan tahun ini maksimal 0,38. Atau akhir tahun 0% kemiskinan ekstrem, sementara alhamdulillah 2025 ada di angka 0,78%," ujarnya menerangkan.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mengatakan ada 88 kabupaten/kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan. Target pengentasan kemiskinan menjadi fokus kementerian-kementerian dan lembaga sehingga kemiskinan ekstrem nol persen pada 2026, dapat terwujud.

Ia mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk program perlindungan sosial telah mencapai Rp508,2 triliun. Anggaran tersebut diperuntukan bantuan sosial (bansos) tunai, program Keluarga Harapan (PKH), maupun bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Hari ini APBN kita sudah capai Rp 508,2 triliun yang baik itu bersifat bansos tunai maupun PKH, maupun yang bersifat bantuan iuran untuk jaminan kesehatan nasional kita. Dalam konteks ini subsidi energi diarahkan lebih tepat sasaran," katanya.

Kemenko PM dan Kementerian Sosial berkomitmen untuk mengintegrasikan data penerima bansos dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sehingga penyaluran bansos tepat sasaran karena berpedoman pada data tunggal sosial ekonomi.

"Kita terus mengintegerasikan agar seluruh bansos kita melalui Kemensos tepat sasaran dengan terus mengupdate data tunggal sosial ekonomi kita. Sehingga berdasarkan perintah Presiden hari ini seluruh K/L supaya konsisten berbijak pada data tunggal sosial ekonomi dalam menyalurkan seluruh program pemerintah," katanya menegaskan.

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul berharap melalui bansos, masyarakat terutama usia produktif menjadi lebih berdaya. Masyarakat dapat mengikuti program-program pemberdayaan dari pemerintah, sehingga dapat menghapus tingkat kemiskinan.

"Jadi bansos ini kan diharapkan tidak membuat masyarakat demotivasi, malah justru sebaliknya dengan bansos ini diharapkan masyarakat lebih semangat dengan mengikuti program pemberdayaan. Diharapkan itu akan turut serta pengentasan kemiskinan," kata Gus Ipul.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....