Kemenpar Tingkatkan Aspek Keamanan Wisata Bahari Labuan Bajo
- 18 Apr 2026 14:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama sektor wisata Bahari
- Kepercayaan wisatawan sangat bergantung pada jaminan keselamatan
- Kementerian Perhubungan tekankan pentingnya standar keselamatan kapal wisata
- Penerapan K3, manajemen risiko, serta kesiapsiagaan darurat, menjadi kunci menekan kecelakaan wisata
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menggelar program Safety Talk. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pariwisata bahari Indonesia.
Keselamatan wisata menjadi prioritas utama dalam pengembangan sektor bahari. Pemerintah telah menerapkan berbagai regulasi untuk mendukung hal tersebut.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya aspek keselamatan. Ia menyebut keselamatan menjadi fondasi utama pariwisata berkelanjutan.
"Keselamatan wisata bahari adalah aspek fundamental. Tanpa keselamatan, kualitas pariwisata tidak dapat terjamin," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 April 2026.
Menurutnya, penguatan tata kelola destinasi dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Langkah ini untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi.
Asisten Pemerintahan Manggarai Barat Agustinus Gias menekankan pentingnya pelayanan aman. Menurutnya, keselamatan menjadi tanggung jawab bersama seluruh pihak.
"Keselamatan harus menjadi pilar utama pelayanan. Tanggung jawab ini harus dijalankan secara bersama," kata Agustinus.
Kementerian Perhubungan juga telah mengatur operasional kapal wisata tradisional. Aturan mencakup pemeriksaan kapal, kapasitas, dan standar keselamatan.
Selain itu, penerapan K3 menjadi perhatian dalam sektor pariwisata bahari. Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dinilai penting melindungi tenaga kerja dan wisatawan.
Baca juga : k3 di sektor wisata
Pemerintah daerah menilai penerapan K3 harus dilakukan secara menyeluruh. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Kabupaten Manggarai Barat, Theresia Primadona Asmon mengatakan, peneapan ini untuk memastikan keamanan dalam setiap aktivitas wisata.
"K3 bukan tanggung jawab satu arah, karena tenaga kerja juga memiliki peran sentral sebagai subjek sekaligus objek perlindungan. Labuan Bajo membutuhkan implementasi K3 yang ketat dan menyeluruh untuk pelaku wisata bahari," katanya.
Risiko aktivitas penyelaman dan wisata bahari turut dibahas. Mitigasi dilakukan melalui SOP, pelatihan, dan kesiapan peralatan keselamatan.
Basarnas mencatat peningkatan kecelakaan wisata dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pendekatan mitigasi dan kesiapsiagaan terus diperkuat.
“Persiapan kesiapsiagaan dilakukan dengan identifikasi risiko pelayaran wisata, kewajiban kesiapan alat keselamatan. Kemudian, briefing penumpang, dan sinergitas pengawasan antara operator, otoritas pelabuhan, dan Basarnas," ujar Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noor Isrodin Muchlisin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....