Cerita di Balik Dibukanya Zodiac Bajo Labuan Bajo

  • 23 Des 2025 09:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Labuan Bajo: Sore itu, lantunan musik daerah berpadu dengan langkah-langkah adat Manggarai yang mengiringi kedatangan para tamu kehormatan. Di tengah suasana hangat tersebut, Zodiac Bajo resmi membuka pintunya - bukan sekadar sebagai restoran, cafe, dan lounge baru, tetapi sebagai ruang pertemuan yang lahir dari semangat kebersamaan, budaya, dan pemberdayaan lokal.

Berada di kawasan strategis Labuan Bajo, Zodiac Bajo dirancang sebagai tempat ternyaman untuk menunggu jadwal penerbangan, meeting point yang ideal, sekaligus ruang bersantai dengan ragam menu. Namun lebih dari itu, tempat ini membawa cerita tentang bagaimana bisnis bisa tumbuh seiring dengan nilai-nilai lokal.

Grand opening Zodiac Bajo dihadiri oleh Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes beserta Ibu, jajaran instansi pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pelaku pariwisata. Prosesi pembukaan tidak dilewatkan begitu saja. Adat Manggarai, tarian daerah Nusa Tenggara Timur, hingga peragaan busana khas NTT menjadi bagian tak terpisahkan dari acara, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar ornamen, melainkan fondasi.

Di balik meja dan dapur Zodiac Bajo, ada cerita lain yang tak kalah penting. Dari 16 orang karyawan, sebanyak 14 orang atau sekitar 87,5 persen merupakan tenaga kerja lokal. Mereka adalah wajah-wajah yang sehari-hari menyambut tamu, menyeduh kopi, menyiapkan hidangan, dan menjaga suasana tetap hangat.

Para karyawan Zodiac Bajo yang sebagian besar merupakan tenaga kerja lokal (Foto: Zodiac Bajo)

Konsultan Hukum Kado Bajo Group, Gabriel Mahal, menyebut bahwa keberpihakan terhadap masyarakat lokal bukan sekadar slogan.

"Kado Bajo Group sejak awal berkomitmen membangun usaha yang berdampak langsung bagi masyarakat. Hingga hari ini, kami telah melibatkan 374 UMKM dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur dalam ekosistem usaha kami," kata Wabup Yulianus Weng.

Dengan kapasitas hingga 130 pengunjung, dilengkapi meeting room, VIP room, serta area indoor smoking, Zodiac Bajo dirancang untuk menjawab kebutuhan beragam. Mulai dari wisatawa nyang menunggu penerbangan, pelaku bisnis yang mencari ruang diskusi, hingga masyarakat lokal yang ingin menikmati suasana santai.

Momen yang paling membekas terjadi ketika Wakil Bupati Manggarai Barat tak hanya menyampaikan sambutan, tetapi juga turut menyumbangkan sebuah lagu berjudul 'Rumah Kita'. Lagu tersebut seakan merangkum semangat acara sore itu - tentang Labuan Bajo sebagai rumah bersama, tempat adat, pariwisata, dan harapan bertemu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi kehadiran Zodiac Bajo yang dinilai mampu menjunjung tinggi adat Manggarai, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Ia menilai pendekatan seperti ini sejalan dengan upaya pemerintah menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium Indonesia yang tetap berakar pada identitas budaya.

Zodiac Bajo sendiri merupakan bagian dari ekspansi bisnis Kado Bajo Group, yang bertujuan melengkapi kebutuhan pasar sekaligus mendukung arah pembangunan pariwisata nasional.

"Di tengah geliat investasi dan pertumbuhan wisata, kehadiran ruang-ruang seperti Zodiac Bajo diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kenyamanan modern dan nilai lokal," ujar Wabup.

Saat senja beranjak malam, para tamu berbincang di sela hidangan, musik mengalun pelan, dan suasana terasa akrab. Di Labuan Bajo, Zodiac Bajo tak hanya dibuka sebagai tempat baru, tetapi sebagai ruang yang bercerita - tentang manusia, budaya, dan masa depan pariwisata yang lebih inklusif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....