Agrowisata Jadi Alternatif Wisata Edukatif Keluarga

  • 04 Jan 2026 15:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Agrowisata kini menjadi salah satu alternatif wisata yang semakin diminati masyarakat. Selain menawarkan rekreasi, konsep tersebut juga menghadirkan pengalaman edukatif yang memberi nilai tambah bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Dua pengelola agrowisata berbasis peternakan sapi perah berbagi pengalaman wisata edukasi kepada RRI Pro 3, Minggu (4/1/2026). Yaitu pemilik sekaligus pengelola Agrowisata Cibugary Jakarta Timur, Rachmat, dan Marketing Milkindo Green Farm Malang, Dewi Kusumaningrum.

Menurut Rachmat, Agrowisata Cibugary hadir sebagai upaya mengenalkan masyarakat perkotaan pada dunia peternakan sapi perah. Lokasinya yang berada di kota menjadi keunikan tersendiri sekaligus membuktikan aktivitas peternakan masih bisa tumbuh berdampingan dengan kehidupan urban.

"Gagasan utamanya adalah mengenalkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya dngan produk peternakan terutama susu," ujarnya. Rachmat menginginkan penduduk Jabodetabek tidak hanya mengenal susu, tetapi terbiasa minum susu segar setiap hari.

Menurut dia, konsep utama yang diusung Cibugary adalah wisata edukasi yang mengajak pengunjung mengenal asal-usul susu secara langsung. Anak-anak diajak melihat kandang sapi, memahami proses pemerahan, dan mengenal berbagai olahan susu seperti yoghurt dan susu pasteurisasi.

Selain aspek edukasi, Cibugary juga mengemban misi pelestarian budaya Betawi. Rachmat mengatakan peternakan sapi perah di Jakarta merupakan warisan turun-temurun masyarakat Betawi.

"Kami juga ingin melestarikan warisan budaya masyarakat Betawi dalam usaha budidaya ternak sapi perah," ujarnya. Menurut Rachmat, hal ni sudah berlangsung sejak zaman Hindia Belanda.

Sementara itu, Dewi memaparkan konsep serupa yang diterapkan Milkindo Green Farm di Malang, Jawa Timur. Berlokasi di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, kawasan ini mengembangkan wisata edukasi berbasis peternakan sapi perah yang dikemas secara modern.

"Ini merupakan tempat wisata edukasi berbasis peternakan sapi perah yang ramah keluarga," ucapnya. Menurut Dewi, wisatawan di sana juga bisa menikmati berbagai kegiatan interaksi dengan hewan ternak.

Ditambahkannya bahwa pengunjung Milkindo tidak hanya diajak melihat proses peternakan, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas lainnya. Misalnya memberi makan hewan, memerah susu sapi, dan mencoba berbagai produk olahan susu.

Berbagai wahana pendukung juga disediakan untuk menyeimbangkan unsur edukasi dan hiburan. "Wisatawan itu datang tidak hanya rekreasi tetapi juga mendapatkan pengalaman edukasi secara langsung," ujarnya.

Rachmat dan Dewi sepakat agrowisata edukatif kini semakin diminati karena menawarkan pengalaman langsung yang tidak didapatkan di ruang kelas. Pengunjung tidak hanya berekreasi, tetapi juga membawa pulang pengetahuan baru tentang pangan, lingkungan, dan dunia peternakan.

Selain itu keduanya juga melibatkan peternak lokal dalam pengelolaannya. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat konsep edukasi berbasis realitas lapangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Melalui pendekatan wisata edukatif, agrowisata diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap sektor pertanian dan peternakan. Konsep ini sekaligus menjadi upaya membangun minat dan jiwa kewirausahaan di bidang agribisnis sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....