Van Lang University-IP Trisakti Kolaborasi Kembangkan Wisata Halal

  • 12 Agt 2025 19:17 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Indonesia masih menjadi pangsa pasar besar dalam industri pariwisata. Memiliki jumlah muslim terbesar, membuat wisata halal menjadi bisnis yang menjanjikan.

Potensi ini memikat Van Lang University (VLU), Vietnam untuk mempelajari lebih lanjut cara mempromosikan wisata halal kepada wisatawan, khususnya dari Indonesia dengan menjalin kerjasama dengan Institut Pariwisata (IP) Trisakti.

Kepala Bagian Program Internasional IP Trisakti, Dr. Nurti Rahayu, M.Pd mengatakan, kerjasama ini sudah terjalin sejak bulan Mei dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak.

Implementasi dari kerjasama tersebut diawali dengan kegiatan pertukaran mahasiswa resiprokal dengan kunjungan IP Trisakti ke Van Lang University pada tagl 14-18 Juli 2025. Sementara sebanyak 18 mahasiswa dan 2 dosen dari Van Lang University berkunjung ke IP Trisakti pada tanggal 8-12 Agustus 2025 dalam kegiatan Trisakti Cultural Program.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, diselenggarakan Halal Forum yang membahas persepsi perusahaan travel di Indonesia tentang destinasi ramah muslim di Vietnam. Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Pariwisata Van Lang University, Nguyen Thi Van, Ph.D yang tertarik untuk melakukan riset tentang kesiapan industri pariwisata Vietnam dalam menyambut wisatawan muslim.

"Mereka ingin belajar mempersiapkan diri untuk menerima wisatawan muslim," ujar Nurti dalam keterangan resminya, Selasa (12/8/2025).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dr. Muhammad Rahmat, CEO ICMI Travel, Masrura Ram Idjal, Ph.D, CEO Rabbani Tour, Ibu Ita Kurniawati, SE, manager bisnis dan kerjasama Istiqlal Halal Center, dan Dr. Arief Faizal Rachman, SST.Par.,MT, akademisi dan peneliti wisata halal dari IP Trisakti.

Nurti menjelaskan, dalam diskusi ini para narasumber berbagi informasi terkait standar layanan, sertifikasi halal, serta pentingnya pemahaman budaya dan kebutuhan spiritual wisatawan muslim.

Para panelis menyampaikan bahwa wisata halal bukan sekadar soal sertifikasi makanan dan minuman, tetapi mencakup seluruh aspek perjalanan yang sesuai dengan nilai dan kebutuhan wisatawan muslim. Mulai dari fasilitas ibadah, pelayanan ramah muslim, hingga pemahaman budaya.

“Termasuk di dalamnya adalah rantai penyediaan makanan dari hulu ke hilir yang harus memenuhi standar halal secara menyeluruh. Mulai dari sumber bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga penyajian kepada konsumen, semuanya harus terjamin kehalalannya," katanya

Pada kesempatan yang sama, Ita Kurniawati dari Istiqlal Halal Center mengatakan, transparansi dan kepatuhan terhadap prinsip halal di setiap tahap sangat penting untuk membangun kepercayaan wisatawan.

Sementara itu, Dr. Masrura menjelaskan bahwa langkah awal yang krusial adalah memberikan edukasi kepada para pelaku industri pariwisata mengenai prinsip-prinsip dasar wisata halal.

"Setelah pemahaman tersebut terbentuk, barulah dilanjutkan dengan pelatihan teknis mengenai cara menyediakan layanan dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan muslim," ucapnya.

Dr. Arief menyampaikan bahwa konsep wisata halal tidak hanya dibentuk oleh regulasi dan standar industri, tetapi juga oleh social construction, yakni bagaimana masyarakat memaknai dan membentuk persepsi terhadap nilai-nilai halal dalam konteks pariwisata.

Dr. Van, menyatakan bahwa Vietnam mempunyai potensi besar untuk menyambut wisatawan muslim khususnya dari Indonesia, namun hal tersebut harus didukung oleh infrastruktur dan regulasi tentang penyediaan destinasi wisata ramah muslim.

Diskusi ini membuka ruang bagi pertukaran gagasan lintas negara dan memperkuat komitmen regional dalam mendukung mobilitas wisatawan muslim. Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap preferensi dan nilai-nilai mereka, negara seperti Vietnam dapat merancang strategi promosi yang lebih efektif dan membangun citra sebagai destinasi ramah muslim di kawasan Asia Tenggara.

Selain forum dan diskusi akademik, selama lima hari mahasiswa Van Lang University (VLU) dan Institut Pariwisata Trisakti (IPT) mengikuti serangkaian kegiatan yang berlangsung di dalam maupun luar kelas. Program ini dirancang untuk memperkaya pengalaman lintas budaya sekaligus memperkuat pemahaman praktis tentang kekayaan tradisi Indonesia.

Para peserta terlibat aktif dalam sesi pertukaran budaya, termasuk praktik membuat kue tradisional Indonesia, dan belajar memainkan alat musik kolintang. Mahasiswa sangat antusias mengikuti workshop kecantikan bersama Marthaa Tilaar Learning Center.

Program dilanjutkan dengan kunjungan ke berbagai destinasi wisata unggulan di Jakarta, seperti Kota Tua, Masjid Istiqlal, Monas, Jamu Acaraki dan destinasi lainnya yang didukung oleh Disparekraf DKI Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antar mahasiswa, tetapi juga membuka wawasan baru tentang keberagaman budaya.

Kolaborasi antara Van Lang University dan Institut Pariwisata Trisakti menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman lintas budaya sekaligus memperkuat fondasi pengembangan wisata halal di kawasan Asia Tenggara.

Melalui pertukaran mahasiswa, forum akademik, dan eksplorasi budaya, kedua institusi menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong inovasi dan inklusivitas dalam industri pariwisata. Diharapkan kerja sama ini tidak hanya memperluas jejaring akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi penguatan destinasi ramah muslim yang berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....