Tetap Jaga Asupan Air Mineral
- 11 Mar 2026 17:17 WIB
- Waykanan
RRI.CO.ID,Way Kanan: Sering dianggap sepele, menjaga hidrasi saat berpuasa adalah kunci utama agar tubuh tidak "tumbang" di tengah hari. Dikutip dari laman Kemenkes RI meskipun waktu minum terbatas, mencukupi asupan air mineral sangat krusial untuk menjaga konsentrasi, kelembapan kulit, hingga fungsi ginjal.
Jangan biarkan tubuh Anda mengalami dehidrasi selama Ramadhan. Berikut adalah panduan cerdas menjaga asupan air mineral:
1. Strategi "2-4-2" (Kunci Hidrasi Maksimal)
Karena kita tidak bisa minum di siang hari, manfaatkan waktu antara berbuka hingga sahur dengan pola 2-4-2:
- 2 Gelas saat Berbuka: Segera minum satu gelas saat membatalkan puasa dan satu gelas lagi setelah makan ringan atau sebelum tarawih.
- 4 Gelas di Malam Hari: Cicil asupan air mineral antara waktu setelah tarawih hingga sebelum tidur. Ini membantu tubuh menyimpan cadangan cairan.
- 2 Gelas saat Sahur: Satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas lagi setelah selesai makan sahur.
2. Mengapa Harus Air Mineral?
Meskipun es teh manis atau takjil kekinian sangat menggoda, air mineral tetap juaranya karena:
- Tanpa Kalori & Gula: Mencegah lonjakan gula darah yang justru bikin cepat haus (efek osmotik).
- Mengganti Elektrolit: Air mineral mengandung magnesium dan kalsium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh yang hilang selama beraktivitas.
- Detoksifikasi Alami: Membantu sistem pencernaan membuang racun lebih efisien setelah seharian beristirahat.
3. Tips Tambahan Agar Tidak Cepat Haus
- Hindari Kafein Berlebih: Kopi dan teh bersifat diuretik (memicu buang air kecil lebih sering), yang justru menarik cairan keluar dari tubuh.
- Kurangi Garam saat Sahur: Makanan asin akan "menyedot" cairan sel tubuh dan membuat Anda merasa sangat haus di siang hari.
- Konsumsi Buah Tinggi Air: Lengkapi hidrasi dengan semangka, melon, atau mentimun saat berbuka.
Jangan tunggu haus baru minum. Dengan pola 2-4-2, tubuh akan tetap bugar, fokus terjaga, dan ibadah Ramadhan pun jadi lebih maksimal.