Kuliah Subuh: Tingkatan Wara dalam Islam
- 25 Sep 2024 07:24 WIB
- Banjarmasin
KBRN,Banjarmasin : Merujuk pada kitab Sirru Asrar Al-Awliya, terjemahan dan tahqiq dari kitab Kifayatu Al-Atqiya, khususnya halaman 57-59, membahas berbagai macam wara serta kisah-kisah orang yang menerapkannya dari masa lalu. Ini disampaikan Ustaz Ahmad Muhajir, Phd, dalam acara Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu (25/9/2024).
Dalam Islam, wara adalah salah satu sikap yang harus dimiliki karena mencerminkan ketaatan dan kepatuhan kepada AllahSWT. Secara umum ada beberapa tingkatan yang perlu diketahui.
Akademi UIN Antasari ini menyampaikan tingkatan wara dalam Islam, pertama adalah wara orang yang adil yaitu meninggalkan hal-hal yang jelas diharamkan oleh Allah SWT. Kemudian tingkatan wara kedua adalah orang saleh yang meninggalkan haram dan syubhat, yaitu tidak melakukan sesuatu yang jelas haram dan meragukan kehalalannya.
Tingkatan wara ketiga adalah orang yang bertaqwa meninggalkan yang haram, syubhat, dan bahkan yang mubah jika ada kekhawatiran akan dampak negatifnya. Ustaz Muhajir juga menambahkan perlu memahami tingkatan wara untuk merenungkan posisi diri guna membersikan perilaku dan harta dari hal-hal haram.
"Sebagai muslim setidaknya kita dapat menerapkan sifat wara dengan memulai dari tingkatan yang paling terendah," ujarnya.
Dalam firman Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Musa AS, tidak ada cara yang lebih efektif untuk mendekatkan diri kepada Tuhan selain melalui sifat wara dan zuhud. Selain itu, Abu Hurairah, sahabat dekat Nabi Muhammad, juga menyatakan bahwa orang yang paling dekat dengan Allah SWT pada hari Kiamat adalah mereka yang memiliki sifat wara. Untuk itu sangat penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....