Ondel-Ondel: Warisan Budaya yang Terus Hidup

  • 06 Jul 2024 11:00 WIB
  •  Jakarta

KBRN,Jakarta. Ondel-ondel, boneka raksasa yang menjadi ikon budaya Betawi, terus menunjukkan eksistensinya sebagai warisan budaya yang tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi. Boneka yang biasanya memiliki tinggi sekitar 2,5 meter ini, dengan wajah seram dan warna mencolok, telah menjadi simbol keberanian dan perlindungan bagi masyarakat Betawi sejak zaman dulu.

Dalam beberapa dekade terakhir, keberadaan ondel-ondel sempat mengalami tantangan. Modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat kota Jakarta membuat seni tradisional ini sempat terpinggirkan. Namun, berkat upaya, Seniman, Budayawan , komunitas budaya dan pemerintah daerah, ondel-ondel berhasil dipertahankan dan kembali populer.

Setiap tahun, festival budaya Betawi yang diadakan di Jakarta selalu menghadirkan pertunjukan ondel-ondel. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga dan melestarikan warisan budaya. Ondel-ondel tampil dalam berbagai acara, mulai dari upacara adat, perayaan hari besar, hingga karnaval jalanan.

" Ondel-ondel adalah identitas kita, sebagai warga Betawi dan warga Jakarta. Ondel-ondel, melambangkan keseimbangan ada laki ada perempuan, ada siang ada malam dan ada sang Pencipta, kita bisa mengenang sejarah, awal mulanya diciptakan Kesenian Ondel Ondel yang dipercaya pada waktu itu sebagai Boneka penolak bala, yang awalnya di kenal.dengan nama barongan yang artinya rombongan" hal ini disampaikan Yahya Andi Saputra Budayawan Betawi dari Lembaga Kebudayaan Betawi dalam dialog Siaran berjaringan Nasional Pro4 RRI Jakarta.

Ditambahkan, ",,Bang Yahya begitu sapaan akrabnya, baru di awal abad 20, dikenal dengan sebutan Ondel-Ondel yang artinya fleksible dan lincah, dengan dukungan berbagai pihak, ondel-ondel terus menunjukkan bahwa ia bukan sekadar warisan budaya yang statis. Ia hidup, berkembang, dan beradaptasi dengan zaman, tetap menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Betawi di tengah hiruk pikuk kota Jakarta yang modern.

Saat ini banyak yang mempertanyakan fungsi dan keberadaan Ondel- Ondel yang di arak dijalanan untuk mengamen tanpa melihat kaidah yang sesungguhnya, hal ini dibenarkan Yahya, bahwa di jaman kolonial Belanda Ondel-ondel juga di arak dan dijadikan hiburan yang mana pada waktu itu sudah diatur sedemikian rupa sesuai tempat, pakem dan tidak mengganggu ketertiban umum. Tapi Jaman sekarang banyak Oknum yang mengarak Ondel-ondel yang tidak sesuai dengan makna dan keberadaannya.

Namun disamping itu ada hal yang menarik, di era digital ini, ondel-ondel juga mulai merambah dunia maya. Konten-konten kreatif tentang ondel-ondel kini banyak ditemukan di media sosial, mulai dari video tutorial pembuatan ondel-ondel, animasi, hingga aplikasi permainan bertema ondel-ondel. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap budaya tradisional.

Dengan segala usaha dan inovasi yang dilakukan, ondel-ondel tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga berkembang dan menjadi inspirasi bagi masyarakat. Keberadaan ondel-ondel yang terus hidup ini menunjukkan bahwa budaya tradisional dapat beradaptasi dengan zaman dan tetap relevan dalam kehidupan modern. terakhir sebagai harapan Yahya meminta mari terus menjaga dan melestarikan kesenian Ondel-ondel sesuai Fungsi dan perannya".

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....