Jangan Suka Kepo dengan urusan orang lain

  • 30 Jun 2024 21:07 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Dalam kehidupan sosial, penting bagi setiap individu untuk menghormati privasi dan batasan orang lain. Rasa ingin tahu yang berlebihan atau 'kepo' seringkali dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan konflik antar personal.

"Islam mengajarkan pentingnya menjaga lisan dan tidak terlibat dalam percakapan yang tidak bermanfaat atau merugikan orang lain, ujar ustaz Muhammad Rif'at, M.Ag, Akademisi UIN Antasari Banjarmasin dalam acara kuliah subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu (30/6/2024).

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
‎‫مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ‬‎
"Di antara tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat." (HR. At-Tirmidzi no. 2317)

"Hadits yang disampaikan ini, mengingatkan umat Islam untuk fokus pada hal-hal yang bermanfaat dan menghindari pemborosan waktu dengan urusan yang tidak penting," ujar ustaz Rif'at, sapaan akrabnya.

Rif'at juga mengatakan, Ikut campur urusan orang lain dapat menjerumuskannya ke dalam dosa-dosa besar. Seperti halnya ghibah (membicarakan kejelekan orang lain), tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain), dan namimah (mengadu domba).

Menurut ustaz Rif'at, prinsip ini tidak hanya relevan dalam konteks agama tetapi juga sebagai pedoman umum dalam interaksi sosial. Dimana setiap orang diharapkan untuk menggunakan waktu dan sumber daya mereka dengan bijaksana, serta menjaga hubungan yang harmonis dengan sesama.

"Hidup didunia ini hanya sementara, semoga kita bisa mengisinya dengan hal-hal yang jauh lebih bermanfaat untuk kehidupan kita. Untuk menjadi lebih baik, tentu kita sendiri yang harus berusaha memperbaikinya, jangan mengabaikan urusan sendiri gara-gara sibuk mencampuri urusan orang lain," kata Rif'at mengakhiri perbincangan diacara kuliah subuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....