Menari Dengan Hati, Tumbuhkan Cinta Budaya Sejak Dini

  • 12 Nov 2025 22:27 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Berawal tanpa rencana, Sanggar Raisya kini tumbuh menjadi wadah seni yang bermakna bagi anak-anak di Kecamatan Batuceper. Secara praktik sanggar ini mulai berjalan sejak tahun 2019, kemudian resmi berdiri pada 2020, dan berbadan hukum pada 2024. Raisya, Owner dari Sanggar Raisya mengatakan “Awalnya saya tidak ada niat mendirikan sanggar, karena bayangan saya sanggar itu ribet dan wah. Tapi ternyata semua berjalan dengan sendirinya,” ujar Raisya, disaat wawancara di Obrolan Komunitas, Selasa (11/11/2025) melalui sambungan telp.

Raisya menambahkan, "Sanggar ini lahir dari kepedulian terhadap anak-anak di sekitar yang ingin belajar menari namun terhalang biaya". Setiap Minggu pagi, halaman Aula Kantor Kecamatan Batuceper menjadi saksi semangat 170 anak yang berlatih tari dengan gembira. Raisya ingin memberikan ruang agar anak-anak bisa menyalurkan bakat tanpa terbebani biaya. Pendaftaran di sanggar yang iya ketuai gratis, yang penting punya niat untuk berlatih untuk menari

Walau ada kendala dalam Sanggar Raiysa, tetap selalu semanggat (FOTO : Raisya)

Baca Juga: https://rri.co.id/jakarta/hobi/1956785/paguyuban-asmari-kerta-jaya-perkuat-jaringan-alumni-nasional

Baca Juga : https://rri.co.id/jakarta/hobi/1956807/majelis-musikal-puitisasi-shiroothol-mustaqiim-padukan-seni-dan-dakwah

Kebahagiaan terbesar pengelola Sanggar Raisya adalah melihat anak-anak berani tampil di depan umum. “Rasanya senang sekali melihat mereka semangat berlatih dan percaya diri tampil di depan banyak orang. Dari sana mental mereka terbentuk,” katanya penuh bangga.

Namun perjalanan sanggar ini tidak selalu mudah. Kendala terbesar adalah ketersediaan kostum tari, karena hingga kini sanggar belum memiliki kostum sendiri. “Alhamdulillah, orang tua anak-anak memahami keterbatasan kami,” ungkapnya. Selain itu, masih ada sebagian orang tua yang belum melihat pentingnya belajar menari sebagai bagian dari pendidikan karakter dan budaya.

Meski begitu, semangat untuk melestarikan seni tari tidak pernah padam. Pendiri Sanggar Raisya berharap, generasi muda terus mencintai seni budaya bangsa. “Saya berharap seni tari dan seni budaya lainnya tidak berhenti di generasi sekarang, tapi terus hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” tutur Raisya penuh harap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....