Syekh Samman, Ulama Madinah yang Mendunia
- 08 Jul 2025 15:02 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Nama Syekh Muhammad bin Abdul Karim As-Samman Al-Madani atau yang lebih dikenal dengan Syekh Samman Al-Madani menjadi salah satu tokoh besar dalam khazanah keislaman dunia, khususnya dalam dunia tasawuf dan tarekat. Beliau dikenal sebagai wali Allah dan penyebar ilmu dzikir yang berpengaruh luas hingga ke Nusantara, termasuk Indonesia.
Syekh Samman lahir di Madinah al-Munawwarah pada awal abad ke-12 Hijriah. Ia tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai ilmu, dan sejak usia muda telah memperlihatkan kecintaan luar biasa terhadap Al-Qur’an, hadis, fiqih, dan ilmu tasawuf.
Beliau kemudian menjadi salah satu ulama terkemuka di Masjid Nabawi, tempat ia juga mengajar dan membimbing ribuan murid dari berbagai penjuru dunia. Hal ini disampaikan Ustadz Muhammad Kifliansyah, S.HI, saat mengisi acara Hikmah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin pada Rabu (25/6/2025).
“Syekh Samman adalah sosok mursyid sejati. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga membimbing hati murid-muridnya melalui jalan dzikir dan suluk kepada Allah,” katanya.
Ustaz Muhammad Kifliansyah menjelaskan, Syekh Samman dikenal sebagai pendiri Tarekat Sammaniyah, cabang dari Tarekat Qadiriyah dan Naqsabandiyah, yang memiliki fokus kuat pada dzikir jahr (dzikir dengan suara keras), pembinaan akhlak, serta penguatan spiritual melalui suluk dan riyadhah (latihan jiwa).
Murid-murid beliau tidak hanya berasal dari Timur Tengah, tetapi juga dari Asia Tenggara. Salah satu murid paling terkenal adalah Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, ulama besar asal Kalimantan Selatan yang kemudian menyebarkan ajaran tarekat ini di tanah Banjar.
Hubungan guru dan murid ini terjalin sangat erat dan menjadi penghubung spiritual antara dunia Islam di Timur Tengah dan Nusantara.
Dalam biografinya, Syekh Samman digambarkan sebagai pribadi yang sangat rendah hati, namun memiliki keluasan ilmu dan kekuatan ruhani yang luar biasa. Dzikir-dzikir yang diajarkannya banyak diamalkan hingga hari ini di berbagai majelis tarekat dan pengajian di Indonesia.
Lebih lanjut Ustaz Muhammad Kifliansyah menyebut Syekh Samman sangat masyhur di kalangan masyarakat Banjarmasin sampai diperingati haulnya setiap tahun maka penting mengenalkan kembali tokoh-tokoh spiritual seperti Syekh Samman kepada generasi muda.
“Kita tidak boleh melupakan para wali dan ulama terdahulu yang telah mewariskan ilmu dan nilai-nilai luhur Islam. Syekh Samman adalah salah satu pelita dari Madinah yang cahayanya sampai ke Banjarmasin,” ujarnya.
Peringatan dan pengkajian ajaran Syekh Samman masih dilestarikan di berbagai pesantren dan majelis taklim, termasuk di Kalimantan Selatan. Dzikir Sammaniyah menjadi salah satu bentuk ibadah kolektif yang terus dirawat sebagai warisan spiritual yang hidup.
Melalui pengenalan tokoh-tokoh besar seperti Syekh Samman Al-Madani, diharapkan umat Islam, khususnya generasi muda, dapat mengambil teladan dalam keilmuan, ketekunan, dan ketulusan dalam beribadah. (Erni Erawati)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....