Pentingnya Mengingat Tuhan dalam Segala Kondisi
- 08 Des 2024 05:04 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Dalam Kondisi yang membahagiakan bukan alasan untuk lupa, dan dalam kondisi menyedihkan bukan alasan untuk putus asa. Ketika senang, bersyukur adalah bentuk dzikir yang paling indah. Ketika susah, bersabar dan berdoa adalah bukti keimanan.
Dalam hadist riwayat Muslim Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu juga baik baginya” Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Muhammad Iqbal pada acara Kuliah Subuh RRI PRO1 Banjarmasin. Rabu (4/12/2024).
Muhammad Iqbal mengatakan, pentingnya mengingat tuhan dalam keadaan kemenangan dan kekalahan, karena kemenangan adalah ujian keikhlasan, sementara kekalahan adalah pelajaran kesabaran, dalam kedua kondisi ini, mengingat Tuhan mengajarkan kita untuk tetap rendah hati dan tawakal, dalam Surah Al-Anfal ayat 10, Allah mengingatkan bahwa kemenangan sejati berasal dari-Nya.
“Mentadaburi pemandangan alam yang megah adalah tanda kebesaran Tuhan. Setiap langkah di pegunungan dan setiap ombak di lautan adalah undangan untuk mengingat-Nya, Rasulullah SAW sering kali menyendiri di gua Hira untuk bertafakur, mengajarkan kita pentingnya merenung di tengah keagungan alam.” ujarnya.
Iqbal juga mengatakan mengingat Tuhan tidak terikat pada tempat. Di tengah hiruk pikuk kota, dzikir mengajak kita merenung di tengah kesibukan. Di desa yang sunyi, dzikir mempererat hubungan dengan alam dan Sang Pencipta. Dalam QS.Al-Hadid:4 Allah juga berfirman“Dan Dia bersamamu di mana saja kamu berada.
“Mengingat tuhan penting pada kondisi sehat dan sakit, sehat adalah nikmat, sementara sakit adalah penghapus dosa. Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim tertimpa keletihan, penyakit, kesedihan, atau kesusahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya” (HR. Bukhari dan Muslim). Dalam kedua kondisi ini, dzikir membantu kita menyadari peran Tuhan sebagai maha penyembuh dan maha penyayang.” ujar Iqbal menambahkan.
Iqbal kembali mengutip QS.Ali-Imran:191 menyebutkan ciri orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dalam berbagai keadaan, yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi dengan dzikir yang merupakan aktivitas batin yang melampaui batas-batas fisik.
“Sebelum tidur, kita menyerahkan jiwa kepada Tuhan, seperti yang diajarkan dalam doa tidur: “Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati”. Ketika bangun, kita bersyukur atas kehidupan yang diberikan kembali. Momen tidur dan bangun adalah pengingat akan kehidupan dan kematian yang terus berulang.” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....