Sanggar Wirangga Bertahan Menjaga Tradisi Luhur
- 20 Nov 2024 07:28 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Pimpinan Sanggar Wirangga, Winda Nila Fransiska, bertahan melestarikan tradisi leluhur berupa prosesi siraman dalam pernikahan adat Sunda. Saat pandemi banyak wedding organizer 'banting setir', dia malah menawarkan layanan online kepada anak-anak muda.
"Kami menggunakan media sosial untuk menunjukkan bahwa tradisi ini tetap relevan dan bisa dikemas secara menarik bagi anak muda," ujarnya dalam wawancara radio 92,8 Pro4 RRI Jakarta pada Selasa 18 November 2024.
Winda mengatakan prosesi siraman adat Sunda saat ini banyak ditinggalkan. Padahal menurutnya, tradisi luhur ini bukan sekadar ritual saja. "Tetapi memiliki makna pembersihan fisik dan spiritual yang sangat penting bagi calon pengantin," ujarnya.
Tidak hanya prosesi adat siraman, Winda mencatat bahwa perubahan budaya telah menyebabkan banyak tradisi dalam pernikahan Sunda, seperti ngeyeuk sereuh, midadaren, sawer, dan ngunduh mantu, juga mulai ditinggalkan. Ia menyebut faktor ekonomi, motivasi generasi muda, dan melemahnya sanksi sosial sebagai penyebab utama penurunan pelaksanaan adat.
“Saat ini, banyak orang hanya fokus pada sah di mata agama dan negara, sehingga mereka mengesampingkan tradisi adat," kata Winda.
Untuk menarik minat Generasi Z, Winda mengembangkan strategi berbasis media sosial untuk memperkenalkan prosesi adat siraman. Ia memanfaatkan platform digital untuk berinteraksi dengan generasi muda dan memahami kebutuhan mereka.
"Kami menggunakan media sosial untuk menunjukkan bahwa tradisi ini tetap relevan dan bisa dikemas secara menarik bagi anak muda," kata Winda menjelaskan.
Selain itu, Winda menerapkan konsep one stop shopping di Sanggar Wirangga, yang menyediakan layanan adat pernikahan Sunda secara lengkap. Ia memastikan pelanggan dapat menikmati seluruh prosesi adat di satu lokasi dengan harga bersaing.
"Dengan layanan ini, kami mempermudah pasangan muda yang ingin melaksanakan prosesi adat tanpa repot mencari di berbagai tempat," ucapnya.
Winda juga tetap aktif memperkenalkan tradisi ini selama pandemi Covid-19 dengan menyesuaikan protokol kesehatan. Ia bahkan mengungguli kompetitor yang beralih ke bisnis lain. “Saat teman-teman wedding organizer banting setir, kami tetap fokus mempertahankan tradisi ini. Itu kunci kesuksesan kami,” kata dia.
Melalui inovasi dan komitmennya, Winda berhasil menjadikan prosesi siraman adat Sunda kembali diminati oleh generasi muda. "Tradisi ini adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai yang tak ternilai harganya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....