Asal-usul Kathina dalam Agama Buddha

  • 29 Okt 2024 06:34 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Romo Sutekman Fauzie, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, memaparkan asal usul perayaan Kathina dalam acara Mimbar Agama Buddha di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin (28/10/2024). Kathina merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan setelah masa vassa, atau retret musim hujan, oleh para biksu.

Romo Sutekman menjelaskan bahwa Kathina berasal dari kata Pali yang berarti “bingkai kayu” untuk merentangkan kain saat membuat jubah biksu. Perayaan ini dimaksudkan untuk memberikan jubah baru kepada biksu sebagai bentuk dukungan umat setelah mereka menjalani latihan spiritual selama tiga bulan.

"Dalam tradisi Buddha, pemberian jubah Kathina memiliki makna kebajikan yang besar karena menandakan dukungan umat kepada biksu yang telah menjalani disiplin spiritual. Selain jubah, umat juga sering mempersembahkan kebutuhan lain seperti makanan dan obat-obatan," kata Romo Sutekman.

Romo Sutekman menekankan bahwa Kathina adalah simbol kebersamaan dan saling peduli, mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan kasih sayang. Melalui perayaan ini, umat diajak untuk terus melestarikan tradisi berbagi dan mempererat hubungan dengan para biksu.

"Kathina adalah hari raya Buddhisme yang menandai berakhirnya masa Vassa dan dimulainya masa Kathina. Perayaan Kathina merupakan kesempatan bagi umat Buddha untuk berdana kepada para bhikkhu dan bhikkhuni sebagai tanda rasa syukur dan untuk mempraktikkan Dhamma," ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....