Kabut Asap Menyelimuti Wamena, Pemulangan Jenazah Korban Dipulangkan
- 18 Sep 2026 15:51 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Dua jenazah korban penembakan orang tak dikenal (OTK) terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya kembali diberangkatkan dari Bandara Wamena, Papua Pegunungan, menuju Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (11/9/2026).
Kedua jenazah diberangkatkan menggunakan pesawat berbeda. Jenazah Aprida Rapi diterbangkan menggunakan pesawat kargo Trigana Air Service menuju Jayapura, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makassar. Sementara jenazah drh. Alvonsius Mehan diberangkatkan menggunakan pesawat Sriwijaya Air.
Kedua penerbangan tersebut baru dapat masuk ke Bandara Wamena sekitar pukul 11.30 WIT. Kondisi tersebut dipengaruhi kabut asap yang menutupi kawasan pegunungan di sekitar Kota Wamena.
Namun, hembusan angin yang cukup kencang membuat jalur penerbangan mulai terbuka, sehingga pesawat dapat mendarat dan proses pemberangkatan jenazah dilakukan.
Kabag Ops Polres Jayawijaya, AKP Edy T. Shabara, mengatakan proses pemulangan ketiga korban penembakan telah dilakukan secara bertahap sejak Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, dua jenazah kembali diberangkatkan pada Jumat, sementara satu korban lainnya telah lebih dahulu diberangkatkan menuju kampung halamannya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Untuk hari ini ada dua lagi yang telah diberangkatkan ke Makassar. Korban terakhir yang diberangkatkan adalah drh. Alvonsius Mehan dengan penerbangan Sriwijaya Air, sementara Willy Mbuik dan Aprida Rapi diberangkatkan dengan penerbangan Trigana Air Service dari Bandara Wamena,” ujarnya.
Sementara itu, Manager Trigana Air Service Wamena, Michael Biduri, membenarkan bahwa armada kargo Trigana Air Service telah membantu proses evakuasi dan pengiriman jenazah para korban penembakan.
Ia menjelaskan, jenazah Willy Mbuik telah diterbangkan ke Jayapura pada Kamis, sedangkan pada Jumat giliran jenazah Aprida Rapi yang diterbangkan menuju Jayapura untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Makassar.
Michael menegaskan, pengiriman jenazah para korban melalui armada Trigana Air Service tidak dikenakan biaya kepada keluarga atau digratiskan.
“Kami melakukan ini setelah mendapatkan surat dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dan juga sebagai bagian dari kepedulian kami,” ungkap Michael melalui sambungan telepon dari Wamena.
Ketiga ASN tersebut menjadi korban penembakan OTK saat menjalankan tugas mendistribusikan bantuan pangan berupa beras dan bibit ternak kepada masyarakat di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya.
Dalam insiden tersebut, dua korban meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya sempat mendapatkan perawatan di RSUD Wamena sebelum akhirnya meninggal dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....