52 Tahun YPPK, Membutuhkan Keberanian untuk Masa Depan Generasi Papua
- 24 Agt 2026 11:45 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena – Peringati HUT ke-52 Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Fransiskus Asisi Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan, Direktur YPPK, Edyson Mario Wantik, S.Ag., menyampaikan refleksi mengenai perjalanan, tantangan, dan masa depan karya pendidikan YPPK.
Menurutnya jika merujuk Akta Notaris Nomor 64, YPPK didirikan pada tanggal 22 Agustus 1974. Para pimpinan Gereja Katolik di Tanah Papua, yakni Uskup Agung Merauke, Mgr. Jacobus Duvenvorde MSC, Uskup Jayapura, Mgr. Herman Ferdinand Marie Munninghof OFM, Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Petrus van Diepen OSA dan Administrator Keuskupan Agats, Pastor Edward Greiwe OSC memainkan peran penting.
Mula-mula YPPK berkedudukan di Jayapura dan semua sekolah YPPK dikontrol dari Jayapura. Namun, memasuki tahun 2000-an, seiring dengan adanya daerah otonom baru dan pemberlakukan Otonomi Khusus Papua, maka masing-masing keuskupan mendirikan dan mengelola yayasan secara mandiri.
Dengan melihat sejarah tersebut, dalam momentum ulang tahun ini, menurut Direktur YPPK, tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial. Bertambahnya usia harus menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan lembaga, mengevaluasi keadaan saat ini, dan merumuskan langkah perbaikan untuk masa depan.
“Refleksi ini bukan lahir dari pesimisme, melainkan dari cinta dan kepedulian. Saya tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari perjalanan karya pendidikan ini dan menyaksikan bagaimana sekolah dibangun melalui kerja keras, pengorbanan, keringat, dan air mata yang tidak terlepas dari bentuk kepedulian dan keberpihakan yang nyata,” Katanya.
Wantik mengatakan, YPPK memiliki sejarah panjang dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat Papua. Banyak sekolah telah berdiri, guru telah mengabdikan hidupnya, dan ribuan anak telah memperoleh pendidikan melalui karya YPPK.
“Karena itu, warisan para pendahulu perlu dijaga, dikembangkan, dan diteruskan dengan kualitas yang semakin baik”. Kata Direktur YPPK, Edyson Mario Wantik, S.Ag., melalui rilis yang diterima, Sabtu (22/08/26), sebagai refleksi peringatan HUT ke 52.
Dalam refleksinya, Edyson menekankan pentingnya keberanian melihat kenyataan dan membuka ruang evaluasi. Persoalan dalam lembaga pendidikan merupakan hal yang wajar, tetapi yang menentukan komitmen sebuah organisasi yang berani mengakui persoalan, mencari akar masalah, dan memperbaikinya secara bersama-sama.
Ia juga menegaskan bahwa guru bukan sekadar pelaksana, melainkan ujung tombak karya pendidikan YPPK. Suara guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat di lapangan harus didengar sebagai sumber informasi penting dalam pengambilan keputusan.
YPPK dinilai perlu terus memperkuat tata kelola, kejelasan kewenangan, transparansi, akuntabilitas, pengawasan, serta mekanisme pengambilan keputusan. Tidak boleh terjadi tumpang tindih kewenangan yang menimbulkan kebingungan di tingkat sekolah” Tulisnya.
Refleksi tersebut juga mengingatkan pentingnya keadilan dan konsistensi dalam penerapan aturan. Tidak boleh ada standar ganda dalam menangani persoalan administrasi, disiplin, maupun kepemimpinan. Setiap keputusan harus berdasarkan fakta, aturan, dan kepentingan pendidikan.
Pengabdian guru juga perlu dihargai secara manusiawi. “Pengalaman dan dedikasi guru merupakan aset penting bagi YPPK. Regenerasi memang diperlukan, tetapi tidak berarti menghilangkan pengalaman para pengabdi yang telah membangun sekolah selama puluhan tahun” Ujarnya.
Pada usia ke-52, YPPK diajak menjawab sejumlah pertanyaan penting: mengapa sebagian sekolah mengalami penurunan peserta didik? Mengapa sebagian orang tua mulai mempertimbangkan sekolah lain? Apakah mutu pelayanan masih menjawab kebutuhan zaman? Apakah guru merasa dihargai? Apakah tata kelola dan pengawasan telah berjalan secara sehat?
“Kado terbaik bagi sebuah lembaga tidak selalu berupa kata-kata yang menyenangkan. Kadang-kadang kado terbaik adalah keberanian mengatakan: ada yang perlu kita perbaiki.” Kata Wantik.
Oleh karena itu, HUT ke-52 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar YPPK untuk bercermin, mendengar, memperbaiki, dan bergerak bersama demi memastikan YPPK tetap relevan, bermutu, adil, dan setia pada cita-cita para pendiri serta kebutuhan anak-anak dan masyarakat Papua Pegunungan.
“Selamat HUT YPPK ke-52. Semoga semakin dewasa dalam tata kelola, semakin bermutu dalam pendidikan, semakin adil dalam memperlakukan para pengabdi, dan semakin setia pada cita-cita para pendiri.” Harap Direktur YPPK Jayawijaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....