Dukcapil Jayawijaya Intensifkan Pendataan Orang Asli Papua Tahun 2026

  • 17 Jul 2026 12:48 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, Wamena – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mulai kembali mengintensifkan pendataan Orang Asli Papua (OAP) sebagai tindak lanjut atas surat edaran Gubernur Papua Pegunungan. Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan data OAP yang akurat dan valid sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Jayawijaya, Yohanes Penius Lani, S.Kom., M.PWK, mengatakan pemerintah daerah siap melaksanakan pendataan OAP di seluruh wilayah Jayawijaya. Menurutnya, pendataan telah dimulai sejak Maret hingga April 2026 dengan menyasar sejumlah distrik.

"Kami Pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui Dinas Dukcapil siap melaksanakan pendataan Orang Asli Papua. Beberapa distrik sudah kami datangi untuk melakukan pendataan," kata Yohanes di Wamena, Jumat (17/7/2026).

Dijelaskan, pendataan terakhir secara menyeluruh dilakukan pada 2024, sementara pada 2025 hingga awal 2026 kegiatan tersebut belum berjalan optimal. Kondisi keamanan di sejumlah wilayah sempat menjadi kendala, sehingga proses pendataan mengalami keterlambatan.

"Karena situasi keamanan sempat menghambat, pendataan tidak berjalan maksimal. Namun sekarang kondisi mulai membaik sehingga kami kembali turun ke distrik-distrik untuk melanjutkan pendataan," ujarnya.

Yohanes berharap surat edaran Gubernur Papua Pegunungan dapat memperkuat pelaksanaan pendataan OAP di Jayawijaya. Ia juga meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, terutama melalui alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus), agar kebutuhan operasional pendataan dapat terpenuhi.

"Dukungan anggaran sangat kami harapkan agar proses pendataan berjalan maksimal dan menghasilkan data Orang Asli Papua yang valid. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program yang tepat sasaran bagi masyarakat Orang Asli Papua," tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....