Keutamaan Istighfar di Waktu Sahur Jemput Keberkahan

  • 01 Mar 2026 05:09 WIB
  •  Wamena

RRI. CO. ID, Wamena – Sahur sering kali dianggap hanya sebagai aktivitas makan dan minum untuk persiapan fisik sebelum berpuasa. Namun, di balik suapan nasi dan tegukan air, tersimpan rahasia spiritual yang luar biasa.

Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim menegaskan, "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat keberkahan."

Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr. H. Masyhuril Khamis, SH, MM, mengajak umat Islam untuk memaksimalkan waktu sahur dengan memperbanyak istighfar, terutama di bulan suci Ramadhan.

Mengutip MUI Digital pada Rabu (25/2/2026), Masyhuril Khamis menjelaskan bahwa membiasakan istighfar di waktu sahur bukan sekadar memohon ampunan, melainkan proses transformasi diri.

Merujuk pada Surat Ali Imran ayat 17, ia memaparkan empat nilai utama yang akan tumbuh dalam diri seorang mukmin:

  • Sifat Sabar (Ash-Shabirin): Kekuatan hati dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
  • Kejujuran (Ash-Shadiqin): Meningkatnya integritas dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
  • Ketaatan (Al-Qanitin): Kepatuhan yang semakin kokoh kepada Allah SWT.
  • Semangat Berbagi (Al-Munfiqin): Tumbuhnya kepedulian sosial dan gemar berinfak.

"Jangan sia-siakan waktu sahur hanya untuk makan dan minum, tetapi isi juga dengan memohon ampun kepada Allah," tegas Masyhuril.

Keistimewaan waktu sahur juga dibahas secara mendalam dalam Tafsir Al-Qurthubi. Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa waktu sahur adalah momentum emas di mana amal paling mungkin dikabulkan.

Dalam tafsir tersebut, disebutkan bahwa Nabi Ya’qub AS bahkan sengaja menunda permohonan ampun untuk anak-anaknya hingga waktu sahur tiba agar doa tersebut lebih mustajab.

Para ulama seperti Anas ibn Malik dan Qatadah ibn Di’amah menekankan bahwa menghidupkan sahur bisa dilakukan melalui kombinasi antara salat malam dan istighfar.

Agar keberkahan sahur tidak terlewat begitu saja, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Bangun lebih awal (minimal 30 menit sebelum azan Subuh).
  • Makan sahur secukupnya agar tidak mengantuk saat beribadah.
  • Alokasikan waktu khusus minimal 10-15 menit untuk beristighfar dan berdoa.

Dengan menghidupkan waktu sahur, Ramadhan bukan lagi sekadar menahan lapar, melainkan sarana untuk membersihkan jiwa dan meraih keberkahan hidup yang hakiki.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....