Kisah Vozinha, Kiper Cape Verde yang Terinspirasi dari Sejarah Piala Dunia 1986
- 08 Jul 2026 05:07 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Vozinha, penjaga gawang timnas Cape Verde yang tampil di Piala Dunia 2026, memiliki nama asli Josimar José Évora Dias yang terinspirasi dari pemain Brasil Josimar yang bersinar di Piala Dunia 1986.
- Ayah Vozinha awalnya berniat memberinya nama Jorge Valdano merujuk pada striker Argentina yang memenangkan Piala Dunia 1986, namun ditolak regulasi Cape Verde yang melarang nama asing pada masa itu.
- Julukan 'Vozinha' yang berarti 'nenek kecil' dalam bahasa Portugis melekat sejak masa kecil karena teman-temannya sering menggoda bahwa dia akan berlari ke neneknya saat terluka bermain bola.
- Jorge Valdano, pencetak empat gol di Piala Dunia 1986, terkejut dan bangga mengetahui cerita unik ketika FIFA menghubunginya menjelang pertandingan perdana Cape Verde di Piala Dunia 2026.
RRI.CO.ID, CAPE VERDE - Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan persaingan sengit di atas lapangan hijau, tetapi juga melahirkan berbagai kisah emosional yang memikat perhatian dunia. Salah satu cerita paling menarik datang dari penjaga gawang andalan tim nasional Cape Verde, Vozinha, yang aksi heroiknya menjadi buah bibir para pencinta sepak bola global.
Namun, di balik performa gemilangnya, belum banyak yang tahu bahwa nama "Vozinha" bukanlah nama aslinya. Kiper tangguh ini memiliki nama lengkap Josimar José Évora Dias. Siapa sangka, ada benang merah sejarah unik yang menghubungkan nama sang kiper dengan turnamen akbar Piala Dunia 1986, tepat empat dekade silam.
Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama FIFA, Vozinha menceritakan kisah masa lalu yang melatarbelakangi pemberian namanya.
Sang ayah, yang merupakan seorang penggemar berat sepak bola, awalnya berniat memberikan nama "Jorge Valdano" kepadanya. Nama tersebut merujuk pada striker legendaris Argentina yang mencetak empat gol dan sukses membawa negaranya mengangkat trofi juara Piala Dunia 1986 bersama Diego Maradona.
Namun, rencana besar sang ayah terbentur oleh aturan birokrasi di negaranya. Petugas pencatatan sipil di Cape Verde menolak pengajuan nama tersebut karena pada masa itu, regulasi setempat belum memperbolehkan penggunaan nama asing bagi warga negara mereka.
Tidak kehilangan akal, sang ayah kemudian mencari alternatif lain dari turnamen yang sama. Pilihan akhirnya jatuh pada nama Josimar, yang terinspirasi dari bek kanan legendaris Brasil. Josimar sendiri tampil bersinar pada Piala Dunia 1986 lewat torehan dua gol indahnya ke gawang Irlandia Utara dan Polandia.
"Di Cape Verde, banyak orang mendukung negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil dan Portugal. Kakek saya sendiri mendukung Brasil karena sangat mencintai sepak bola, terutama timnas-timnas terbaik dunia. Pada akhirnya, semua ini berawal dari kecintaan terhadap sepak bola." Ungkap Vozinha, Kiper Timnas Cape Verde.
Jika nama aslinya adalah Josimar, lalu dari mana julukan "Vozinha" itu berasal? Kiper kelahiran Mindelo ini menjelaskan bahwa nama punggungnya tersebut melekat sejak ia masih kecil. Karena dibesarkan oleh kakek dan neneknya, teman-teman sebayanya sering menggoda dirinya.
Setiap kali Josimar kecil mengalami kekalahan atau terluka saat bermain sepak bola, teman-temannya kerap meledek bahwa ia bakal pulang untuk mengadu kepada sang nenek. Dari candaan masa kecil itulah julukan "Vozinha" (yang berarti 'nenek kecil' dalam bahasa Portugis) lahir dan terus dipakai hingga melekat di punggung jerseynya sampai saat ini.
Kisah unik ini rupanya sampai ke telinga FIFA. Beberapa hari sebelum Cape Verde menjalani laga perdana mereka di Piala Dunia 2026, perwakilan FIFA secara khusus menghubungi Jorge Valdano untuk menceritakan kisah luar biasa tersebut.

Valdano, yang kini telah berusia senja, mengaku sangat terkejut sekaligus bangga. Ia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa aksi heroiknya hampir 40 tahun lalu di Meksiko membekas begitu dalam di hati seorang ayah di belahan bumi lain, hingga melahirkan seorang putra yang kini juga menjadi bintang di Piala Dunia.
"Empat puluh tahun setelah tampil di Piala Dunia 1986, rasanya seperti saya kembali bermain di Piala Dunia 2026 lewat Vozinha. Jujur, cerita ini benar-benar di luar dugaan saya. Awalnya saya sempat bingung, kenapa ayahnya memilih nama saya? Padahal saat itu ada Maradona di tim yang sama! Tapi di sisi lain, saya juga merasa sangat bangga. Salam hangat untuk Vozinha, ayahnya, Josimar, dan semua orang yang menjadi bagian dari cerita ini."
— Jorge Valdano, Pemain Sepak Bola Argentina (1986).
Kini, Josimar José Évora Dias alias Vozinha berhasil menuliskan takdirnya sendiri di panggung tertinggi sepak bola dunia. Penampilan impresifnya bersama Cape Verde tidak hanya membuat namanya dikenal oleh jutaan pasang mata, tetapi juga berhasil menghidupkan kembali romantisme sejarah unik yang telah dimulai sejak Piala Dunia 1986.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....