Sisi Lain Jude Bellingham yang Patahkan Kutukan Azteca hingga Peduli Pendidikan

  • 07 Jul 2026 07:31 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID, MEXICO CITY – Nama Jude Bellingham kembali menjadi perbincangan hangat di jagat sepak bola dunia. Gelandang muda andalan Timnas Inggris dan Real Madrid ini baru saja mengukir tinta emas di Piala Dunia 2026.

Jude Bellingham menjadi pahlawan kemenangan Inggris saat menumbangkan tuan rumah Meksiko dengan skor ketat 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca. Istimewanya, dua gol kilat yang dicetaknya dalam waktu 98 detik tidak hanya membawa The Three Lions lolos ke perempat final, tetapi juga memecahkan rekor bersejarah.

Bellingham kini sejajar dengan legenda dunia seperti Diego Maradona (1986), Gary Lineker (1986), dan Gerd Mueller (1970) sebagai pemain yang mampu mencetak brace (dua gol) dalam satu laga Piala Dunia di Stadion Azteca. Hingga babak ini, Bellingham tercatat telah mengemas 4 gol di Piala Dunia 2026, menjadikannya tumpuan utama pelatih Thomas Tuchel.

"Ini adalah malam terbaik dalam karier saya bersama Timnas Inggris," ujar pemain berusia 23 tahun tersebut usai laga dramatis melawan Meksiko.

Sinar terang karier Bellingham sebenarnya sudah nampak sejak belia. Ia mencatatkan debut profesional pada usia 16 tahun 38 hari bersama Birmingham City dan langsung memecahkan rekor klub sebagai pemain termuda. Tak lama setelah itu, ia dipinang raksasa Bundesliga, Borussia Dortmund, dengan kontrak bernilai jutaan euro.

Meski disibukkan dengan jadwal latihan dan pertandingan profesional yang sangat padat di Jerman, Bellingham tidak melupakan pendidikan formalnya. Pada tahun 2021, ia berhasil menyelesaikan studi dan meraih sertifikat BTEC bidang Sport dari Loughborough College, Inggris.

Bagi Bellingham, prestasi akademik sama pentingnya dengan trofi juara Champions League yang ia raih bersama Real Madrid maupun statusnya sebagai finalis Ballon d'Or 2024.

Komitmen nyata Bellingham terhadap dunia pendidikan tidak hanya ia tunjukkan pada dirinya sendiri, melainkan juga bagi anak-anak kurang mampu di Afrika. Melalui kedekatan ayahnya, Mark, dengan keluarga penggagas organisasi amal di Mombasa, Kenya, Bellingham mulai terlibat aktif mendukung 'Mustard Seed Project' sejak usianya masih 16 tahun.

Aksi filantropi ini ia mulai saat dirinya masih berstatus pemain muda di Birmingham City, jauh sebelum ia menerima gaji fantastis dari klub-klub elite Eropa. Mustard Seed Project didirikan pada 2009 dan awalnya hanya menampung 17 anak di gedung sewaan yang sempit. Pada periode 2020–2021 (saat berusia 17-18 tahun), Bellingham mendanai penyelesaian tahap akhir pembangunan gedung sekolah.

Berkat bantuan dana darinya, Sekolah Miche Bora kini memiliki 12 ruang kelas baru yang layak dan mampu menampung lebih dari 300 anak dari keluarga tidak mampu secara gratis.

"Ini adalah sesuatu yang benar-benar aku pedulikan," ungkap Bellingham mengenai proyek sosialnya tersebut.

Melalui pencapaiannya yang luar biasa, Jude Bellingham membuktikan diri sebagai sosok pesepak bola modern yang seimbang. Ia mampu menaklukkan tekanan megah Piala Dunia 2026 di lapangan hijau, sembari tetap memijakkan kaki ke bumi untuk memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak di belahan dunia lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....