Spanyol Singkirkan Portugal, Mimpi Last Dance Cristiano Ronaldo Sirna
- 07 Jul 2026 11:30 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Portugal terhenti di babak 16 besar Piala Dunia setelah kalah 0-1 dari Spanyol dalam laga Derby Iberia yang dramatis di menit ke-90+1, mengakhiri harapan Cristiano Ronaldo menjadi juara Piala Dunia.
- Lamine Yamal membuat sejarah sebagai pemain pertama di bawah usia 19 tahun yang menjadi starter dalam dua pertandingan fase gugur Piala Dunia berturut-turut, meski laga berakhir dengan cedera Nuno Mendes.
- Spanyol mencatatkan rekor sejarah dengan menjaga kesucian gawangnya selama 6 pertandingan berturut-turut (609 menit tanpa kebobolan), sementara Mikel Merino menjadi pencetak gol kemenangan.
RRI.CO.ID, AMERIKA SERIKAT – Mimpi Cristiano Ronaldo untuk mengangkat trofi emas Piala Dunia akhirnya resmi kandas. Langkah Portugal terpaksa terhenti di babak 16 besar setelah ditumbangkan rival abadi mereka, Spanyol, dengan skor tipis 0-1 dalam laga bertajuk Derby Iberia yang berlangsung dramatis (7/7).
Sejak peluit pertama dibunyikan, pertandingan berjalan dengan intensitas tinggi namun penuh kehati-hatian. Kedua tim memperagakan disiplin taktis yang luar biasa, membuat lini tengah masing-masing kesusahan mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan. Baik Spanyol maupun Portugal memilih bermain aman dan solid di area defensif.

Salah satu sorotan utama dalam laga ini adalah duel panas di sisi sayap antara talenta muda Spanyol, Lamine Yamal, dan bek sayap tangguh Portugal, Nuno Mendes. Di laga ini, Yamal mengukir sejarah sebagai pemain di bawah usia 19 tahun pertama yang berhasil menjadi starter dalam dua pertandingan fase gugur Piala Dunia secara beruntun. Namun, duel sengit ini harus berakhir prematur setelah Nuno Mendes mengalami cedera dan terpaksa ditarik keluar lapangan lebih awal.
Kemenangan Spanyol tidak lepas dari tangguhnya lini belakang mereka yang dipimpin oleh sang penjaga gawang, Unai Simon. Lewat hasil laga ini, Simon berhasil memperpanjang catatan tanpa kebobolan Spanyol menjadi 609 menit.
Spanyol kini resmi menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang sukses menjaga kesucian gawangnya dari kebobolan selama 6 pertandingan berturut-turut.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, kejeniusan taktis pelatih Spanyol menjadi pembeda. Keputusan memasukkan tenaga baru seperti Fabian Ruiz dan Ferran Torres berhasil mengubah ritme permainan dan mengurung pertahanan Portugal.

Petaka bagi Portugal akhirnya tiba di masa injury time, tepatnya pada menit ke-90+1. Melalui skema operan pendek kaki ke kaki yang menjadi ciri khas tim Matador, Mikel Merino muncul sebagai pahlawan dengan menyarangkan bola ke gawang Diogo Costa. Gol tunggal tersebut langsung mengunci tiket perempat final bagi Spanyol.
Bagi Cristiano Ronaldo, peluit panjang wasit menandai akhir yang memilukan dari perjalanan 'Last Dance' miliknya di panggung sepak bola tertinggi jagat raya. Dengan tersingkirnya Seleção das Quinas, Ronaldo dipastikan menyudahi karier internasionalnya tanpa pernah merasakan gelar juara Piala Dunia, menyisakan kesedihan mendalam bagi megabintang tersebut di penghujung karier emasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....