Resiko Kesehatan Jika Terlalu Banyak Makan Gorengan

  • 07 Okt 2025 18:59 WIB
  •  Wamena

KBRN, Jayawijaya: Anda tidak harus mengonsumsi gorengan sama sekali, karena makanan ini sangat padat kalori dan lemak tidak sehat, serta tinggi risiko kesehatan. Namun, jika Anda ingin tetap menikmatinya, para ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi gorengan diminimalisir dan diatur frekuensinya agar tidak menimbulkan dampak negatif yang serius.

Secara umum, konsumsi gorengan tidak disarankan setiap hari. Batasan yang paling sering muncul dalam berbagai penelitian dan rekomendasi adalah:

1. Frekuensi Maksimal

Sebaiknya kurang dari 4 kali dalam seminggu. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi gorengan lebih dari 4 kali seminggu dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang, seperti hipertensi dan penyakit jantung. Makan 7 kali atau lebih dalam seminggu (setiap hari) dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung koroner yang signifikan.

2. Porsi yang Dibolehkan

Batasi maksimal 1-2 potong gorengan standar per hari, dan itu pun hanya sesekali.

Studi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa konsumsi sekitar 114 gram gorengan per hari (kira-kira setara 2 potong gorengan ukuran standar) dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Jika Anda memilih untuk makan, pastikan itu dalam porsi kecil dan tidak menggantikan makanan utama yang bergizi seimbang (sayur, protein, karbohidrat kompleks).

Anggaplah gorengan sebagai makanan bonus atau camilan sesekali saja. Usahakan untuk tidak mengonsumsinya setiap hari dan batasi hingga tidak lebih dari dua potong jika Anda memang sedang ingin menikmatinya.

Konsumsi gorengan yang berlebihan dan rutin berbahaya karena kandungan tinggi lemak trans dan lemak jenuh, apalagi jika digoreng menggunakan minyak yang dipakai berulang kali (minyak jelantah). Risiko kesehatan yang mengintai yaitu:

1. Peningkatan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Lemak trans meningkatkan kadar kolesterol LDL (jahat) dan menurunkan kolesterol HDL (baik), yang memicu penumpukan plak di pembuluh darah (aterosklerosis).

2. Obesitas dan Kenaikan Berat Badan

Gorengan mengandung kalori yang sangat tinggi, yang bila dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan penumpukan lemak.

3. Diabetes Tipe 2

Konsumsi rutin sangat berkorelasi dengan peningkatan risiko resistensi insulin dan diabetes.

4. Kanker

Proses menggoreng pada suhu tinggi dapat membentuk zat akrilamida, terutama pada makanan bertepung, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Untuk hidup lebih sehat, lebih baik ganti kebiasaan makan gorengan dengan makanan yang diolah dengan cara: dikukus, direbus, dipanggang (baking), atau dibakar (grilling).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....