Lebih dari 1000 Koperasi Hendak Didorong di Papua Pegunungan
- 13 Jul 2026 09:54 WIB
- Wamena
RRI.CO.ID, Wamena - Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan hendak mendorong penguatan lebih dari 1000 koperasi yang tersebar pada 8 kabupaten dengan komitmen koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Asisten II Setda Papua Pegunungan, Elai Giban saat peringatan HUT Koperasi ke 79 di Halaman Kantor Gubernur, Senin (13/07/26). Menurutnya, pemerintah menjadikan peringatan Hari Koperasi sebagai momentum memperkuat gerakan koperasi, terutama melalui program Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menyebut pemerintah pusat dan pemerintah daerah kini memperkuat sinergi membangun koperasi sebagai fondasi peningkatan ekonomi masyarakat Papua Pegunungan. "Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan juga memberikan perhatian khusus melalui Dinas Koperasi dan UMKM serta dukungan anggaran dari Bapak Gubernur," katanya.
Elai menjelaskan pemerintah provinsi telah mendata sekitar seribu koperasi yang tersebar di delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Namun, jumlah koperasi saja belum cukup apabila tidak diikuti peningkatan kualitas pengelolaan, disiplin organisasi, dan tata kelola yang profesional.
Oleh karena itu, Ia berharap kualitas pengelolaan koperasi juga ditingkatkan"Kami berharap tidak hanya jumlahnya bertambah, tetapi juga kualitas pengelolaannya meningkat sehingga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Giban menambahkan pemerintah provinsi segera mencanangkan koperasi daerah sebagai pelengkap program Koperasi Desa Merah Putih dari pemerintah pusat. Pemerintah, mengalokasikan anggaran melalui dana Otsus untuk memperkuat pengembangan koperasi di seluruh Papua Pegunungan.
Dengan demikian, Ia berharap koperasi mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, sekaligus mendukung peningkatan pendidikan, kesehatan, dan kualitas sumber daya manusia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Pegunungan Alpius Yigibalom, menjelaskan lebih dari 2.000 kampung dan kelurahan di delapan kabupaten telah membentuk koperasi, namun baru sekitar seribu lebih yang memiliki akta notaris.
Dikatakan, dari jumlah tersebut, baru beberapa koperasi yang mulai beroperasi, sedangkan yang dinilai berjalan baik saat ini masih sangat terbatas. Dengan demikian Ia mengajak seluruh pengurus koperasi memanfaatkan dukungan pemerintah dengan membangun manajemen yang disiplin, transparan, dan berkelanjutan.
"Koperasi bukan sekadar bantuan seremonial, tetapi harus benar-benar dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Pemprov juga menyerahkan badan hukum dan akta pendirian koperasi kepada pengurus koperasi dari Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Tolikara (*).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....