Masyarakat Adat Nabire Tolak Hoaks dan Provokasi, Jaga Papua Tetap Kondusif

  • 26 Agt 2026 15:32 WIB
  •  Wamena

RRI.CO.ID-Wamena, Masyarakat adat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menegaskan komitmennya untuk menolak segala bentuk hoaks dan provokasi yang berpotensi memicu demonstrasi anarkis serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Korwil Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Tengah, Yona Kogoya, mengatakan keberagaman suku, budaya, dan agama di Nabire merupakan kekuatan yang harus terus dijaga untuk memperkuat persaudaraan dan menciptakan kehidupan yang damai.

“Keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama masyarakat Nabire untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian,” ujar Yona Kogoya.

Menurut Yona, masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama narasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi semacam itu dinilai dapat dimanfaatkan pihak tertentu untuk memancing emosi masyarakat dan memicu konflik.

Ia menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi dan tetap dapat dilakukan secara tertib serta damai. Namun, ajakan melakukan kekerasan, perusakan, maupun tindakan yang dapat memecah persatuan harus ditolak.

“Masyarakat adat memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman agar penyampaian aspirasi tidak disusupi kepentingan yang mengarah pada kekerasan dan konflik,” katanya.

Sementara itu, mewakili Bupati Nabire, Asisten I Setda Nabire La Halim mengapresiasi peran LMA dalam menjaga ketertiban sosial dan memperkuat persatuan masyarakat.

Ia berharap perbedaan pandangan yang muncul di tengah masyarakat dapat dikelola secara dewasa dan tidak menjadi celah bagi pihak-pihak yang ingin memprovokasi atau memperuncing situasi.

“Perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan,” ujar La Halim.

Komitmen masyarakat adat Nabire tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya damai serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap informasi yang berpotensi memicu konflik.

Dengan mengedepankan persatuan, keamanan, dan penyampaian aspirasi secara tertib, masyarakat diharapkan turut menjaga Papua Tengah tetap kondusif sehingga pembangunan dan kehidupan sosial dapat berjalan dengan aman dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....