Lidi Daun Kelapa di Jembrana Disulap Menjadi Piring dan Kerajinan Menjanjikan

  • 27 Mei 2024 10:17 WIB
  •  Denpasar
KBRN, Jembrana: Di tengah melimpahnya pohon kelapa di Bali, I Putu Nayantara, (44) warga Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana menemukan peluang bisnis menjanjikan dengan mengolah lidi daun kelapa menjadi piring dan berbagai kerajinan lainnya.

Dengan tangan terampilnya, Nayantara menyulap lidi kelapa menjadi berbagai bentuk kerajinan, seperti piring yang biasa disebut "ingke" oleh masyarakat Bali, mangkok besar, dulang, talam, piring besar, tempat buah dan sayur, dan masih banyak lagi.

Proses pembuatannya pun terbilang sederhana. Pertama, lidi dibersihkan dari sisa daun kelapa yang masih menempel. Kemudian, lidi dianyam dengan rapi hingga membentuk kerajinan yang diinginkan. Setelah itu, kerajinan dijemur hingga benar-benar kering sebelum akhirnya dipernis agar lebih awet.

Usaha Nayantara ini ternyata cukup diminati. Ia mengaku, saat ini pesanan kerajinan lidi cukup banyak, bahkan mencapai dua ribu buah dalam sebulan. Pesanan tersebut tidak hanya datang dari berbagai daerah di Bali, tetapi juga dari luar Bali dan bahkan luar negeri seperti China.

Alasan banyak orang menyukai kerajinan lidi Nayantara karena bahannya yang ringan, ramah lingkungan, dan tentunya anti pecah. Selain itu, harganya pun cukup terjangkau. Untuk piring lidi, Nayantara menjualnya dengan harga Rp100 ribu per lusin (12 buah), sedangkan untuk kerajinan lidi lainnya seperti mangkok besar, dulang, talam, piring besar, tempat buah dan sayur, dan lain sebagainya, ia jual dengan harga mulai dari Rp50.000 hingga Rp75.000 per buah.

"Sehari dari awal dari pembersihan daun kelapa yang masih daunnya itu, satu orang mendapat satu lusin 12 biji. Bentuknya macam-macam, ini contohnya ada talam, ada dulang, ada bokor, ada oval. Yang paling banyak dipesan itu ingke makan, yang biasa pakai makan di restoran, rumah makan, warung-warung," ungkap Nayantara.

Nayantara berharap usahanya ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Ia pun mengajak para pemuda di desanya untuk ikut berkreasi dan menciptakan peluang usaha dari bahan-bahan lokal yang tersedia.

Potensi Ekonomi dari Lidi Daun Kelapa

Kreativitas Nayantara dalam mengolah lidi daun kelapa menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi dari bahan-bahan lokal masih sangat besar dan perlu terus digali. Dengan sentuhan kreativitas dan ketekunan, bahan-bahan sederhana seperti lidi daun kelapa pun bisa menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

Kisah Nayantara ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia untuk terus berinovasi dan memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Dengan begitu, mereka dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian daerah dan nasional.






Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....