Ternyata, Cokelat Tidak Mengenal Kedaluwarsa
- 23 Mei 2024 06:02 WIB
- Denpasar
KBRN,Denpasar: Cokelat itu tidak ada expired date , sehingga coklat itu dikatakan salah satu makanan yang tidak mungkin kedaluwarsa selama penyimpanannya benar, yakni tidak kena air.
Hal itu mengemuka saat dialog Indonesia Bisa RRI Denpasar dengan nara sumber ,Olivia Putri Prawiro, Owner perusahaan Coklat Ubud Raw (11/5/2024).
Dikatakan bahwa coklat bisa bertahan lama karena kandungan air yang sangat rendah selama proses pembuatannya.
Kalaupun ada kandungan airnya, sangat rendah untuk menghasilkan coklat berkualitas.
“Dalam proses pembuatan coklat memang harus rendah kadar airnya dan yang membuat coklat cair bukan karena air namun karena proses penggilingan yang sangat halus” jelasnya lebih lanjut.
Ubud Raw berdiri sejak tahun 2015 dengan mimpi terbesarnya adalah coklat Indonesia terkenal sampai ke seantero dunia.
Serta mengenalkan coklat Indonesia, sehingga nama yang dipilih juga adalah Ubud Raw sehingga memudahkan dunia mengenal produk ini.
“Pemilihan nama Ubud ,karena kebetulan tinggal di Ubud dan sejak awal juga bermukim di Ubud, sehingga terpilihlah nama Ubud. Sedangkan Raw karena proses pembuatannya tanpa roasting atau unroasting” jelasnya.
Ketika menyinggung tentang rasa coklat dijelaskan semuanya tergantung dari pemerosesan buah terutama pada tahap fermentasi buah coklat.
Disnilah sejatinya timbulnya rasa coklat namun untuk memanipulasi rasa dilakukan roasting.
Namun yang dilakukan oleh Ubud Raw adalah murni dari hasil fermentasi, sebab diakui bila proses fermentasinya betul, maka rasanya lebih enak dan fruity.
Sebab bila proses fermentasinya tidak baik, maka rasanya juga tidak enak.
“Kalau hasil fermentasinya baik, maka hasilnya juga enak. Tapi kalau fermentasinya kurang atau bahkan kalau bijinya tidak difermentasi gak mungkin jadi cokelat yang enak” tegasnya.
Ihwal tentang rasa coklat yang terasa di tenggorokan tidak nyaman dan menyebabkan batuk atau iritasi.
Dijelaskan semuanya tergantung dari ingridients atau bahan pembuat coklat itu sendiri rasanya tidak sama.
Bila terbuat dari coklat lebih dari tujuh puluh persen dipastikan rasa coklatnya enak dan berkualitas.
Namun bila kurang dari itu, maka dipastikan tidak enak, karena coklat jenis itu terbuat dari banyak campuran.
Kadar coklatnya mungkin maksimal hanya 20 sampai 30 persen.
Selebihnya gula, susu, perasa coklat dan lain sebagainya.
“Mungkin semuanya tegantung dari ingredientsnya karena coklat-coklat itu kualitasnya tidak sama. Misalnya waktu kecil makan permen coklat, yang kandungan coklatnya mungkin maksimal hanya 20 sampai 30 persen. Sisanya gula, susu ,perasa coklat dan lain-lain. Itulah yang membuat orang mengatakan makan coklat nanti leher gatal, batuk dan sakit gigi ”bebernya.
Justru fungsi coklat bagi kesehatan sangat banyak, namun dengan catatan bahwa coklat yang dikonsumsi adalah dark coklat yang kandungan coklatnya diatas tujuh puluh persen.
Cokelat jenis ini memiliki antioksidan yang sangat tinggi sehingga baik untuk kesehatan jantung, menurunkan kadar darah tinggi dan bahkan mengacu pada penelitian bahwa coklat meningkatkan stem cell dalam tubuh.
“Coklat murni bagus untuk jantung, menurunkan kadar darah tinggi dalam badan dan banyak penelitian yang mengatakan bahwa cacao itu salah satu makanan meningkatkan stem cell dalam tubuh kita ’’terangnya.
Untuk mendapatkan coklat yang menyehatkan tubuh dan membuat sehat, sangat diperhatikan informasi kandungan dalam kemasan ketika membeli coklat sehingga saat mengonsumsi membawa kesehatan akan lebih baik.
“Saat membeli coklat di supermarket, harus teliti dan hati hati memperhatikan ingredientsnya. Sering sekali ingredientsnya ditambkan perasa coklat” tutupnya sekaligus memberikan tips membeli coklat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....