Mengubah Sasirangan Menjadi Kain Premium Go International

  • 11 Mei 2024 14:26 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: Najwa dan Duan, pasangan suami istri ini telah memulai perubahan besar dalam industri sasirangan yang dulunya sepi peminat, terutama di kalangan anak muda. Mereka memulai ditahun 2013 sebagai usaha sampingan yang pada akhirnya memantapkan diri untuk mengembangkan umkm mereka pada tahun 2017 dengan tujuan mengubah paradigma kuno sasirangan menjadi produk yang bisa go nasional bahkan international sebagai fashion premium yang bisa diminati oleh berbagai kalangan.

Dibandingkan dengan sasirangan konvensional yang biasanya memiliki motif klasik, Najwa dan Duan fokus pada pembuatan sasirangan premium dengan mengkreasikan motif-motif baru dan terbatas, bahkan hanya satu atau dua lembar saja. Inisiatif ini memunculkan minat baru dari berbagai segmen pasar, termasuk pesanan khusus untuk acara-acara nasional.

Meskipun awalnya dihadapkan dengan kekhawatiran terhadap harga yang tinggi, permintaan untuk sasirangan premium terus meningkat dari berbagai kalangan. Dalam beberapa tahun terakhir, Najwa dan Duan berhasil memperluas jangkauan pasar mereka, bahkan hingga ke luar negeri seperti Jepang dan Paris.

“Premium selain dri pada warna dan motif yang dibikin untuk 1/2 lembar saja, kain yang digunakan sebagai bahan pun juga menggunakan kain katun sutra. Hal ini juga yang membuat Sasirangan premium saya banyak peminat dan sudah pernah ke jepang melalui distributor yang memasarkan di jepang, pernah juga dibawa sama designer ke paris”, ujar Najwa saat hadir di RRI Programa 2 sebagai narasumber Sore Ceria UMKM, Jumat (10/5/2024).

Perbedaan antara sasirangan premium Najwa dan Duan terletak pada tempat pemasaran, pengolahan, dan juga variasi harga. Sasirangan Najwa lebih fokus pada pembuatan motif yang eksklusif, sementara Sasirangan Duan menerima permintaan khusus dari pelanggan dengan harga yang lebih terjangkau.

Proses pembuatan sasirangan premium melibatkan lebih dari seratus pekerja lepas yang membantu dalam proses lukisan, pewarnaan, dan penjahitan, menunjukkan bahwa produksi sasirangan tidak bisa dilakukan sendirian mengingat proses yang rumit dan panjang.

“Sasirangan duan di produksi dalam sebulan hampir 500 lembar. Kalo Premium najwa bisa mencapai 200 lembar dalam sebulannya. Untuk produksi mulai dari lukisan atau pola diproduksi sendiri sama kami dan proses jiplakan, mewarna dan menjahit dibantu sama teman sebagai freelance mencapai 100 orang, karna sasirangan tidak bisa dikerjakan sendiri karna proses nya yg begitu panjang. Jadi untuk Sasirangan premium sendiri kami perkiraan 1 bulan proses pembuatan dengan range harga mulai dari 500 ribu sampai dengan 2 juta an untuk 1 kain sasirangan premium. Untuk sasirangan duan sendiri di range harga mulai dari 120 ribu an dan biasanya konsultasi dulu untuk budget menyesuaikan pembeli.” Ujarnya

Filosofi dan motif sasirangan premium sering kali diambil dari tradisi dan budaya lokal, termasuk simbol-simbol seperti gagatas, daun jeruju, pucuk rebung dan lainnya, yang memberikan nilai tambah dalam setiap kain yang dihasilkan.

Dengan pandangan bahwa banyaknya pengrajin sasirangan bukanlah ancaman, melainkan motivasi untuk terus berinovasi dalam menciptakan motif-motif baru yang mengikuti perkembangan zaman, Najwa dan Duan berharap agar sasirangan bisa dikenal secara global seperti seni Tiedye yang lebih terkenal.

"Kami percaya bahwa sasirangan memiliki potensi untuk mendunia, dan kami berkomitmen untuk terus mengembangkan brand kami sehingga sasirangan bisa menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia yang diakui secara internasional," jelas Najwa dipenghujung acara Sore Ceria di RRI Pro2 Banjarmasin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....