Kisah Inspiratif UMKM Disabilitas: Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan
- 06 Jun 2026 16:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- UMKM yang dikelola digerakkan oleh para difabel seperti pada Difa Danusantara dan Kedaibilitas membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mandiri berdaya.
- Kedua usaha tersebut tidak hanya memproduksi makanan dan kerajinan, tetapi juga memberdayakan penyandang disabilitas lain melalui kolaborasi, pelatihan, dan penciptaan peluang kerja.
- Tantangan utama yang dihadapi adalah aksesibilitas dan pemasaran, namun dukungan pemerintah serta semangat para pelaku usaha membantu keberlangsungan bisnis mereka.
RRI.CO.ID, Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digerakkan para penyandang disabilitas kini terus berkembang di seluruh penjuru tanah air Indonesia. Para pelaku usaha kreatif dibaliknya membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan.
Salah satunya UMKM "Danusantara Food" yang didirikan oleh Iin Nurjanah. "Kalau untuk sosial medianya memang Danusantara Food, tapi untuk nama brand sebenarnya adalah 'Difa Danusantara', karena kami UMKM yang digerakkan para difabel," ujar Iin dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Sabtu, 6 Juni 2026.
Iin mengatakan usahanya ini telah berdiri sejak awal masa pandemi. Tujuannya, kata Iin, adalah untuk memberdayakan para difabel agar mampu mandiri secara ekonomi dan personal.
"Karena difabel, apalagi perempuan, agak sulit untuk mencari pekerjaan akibat stigma ganda yang ada di masyarakat. Sehingga kami cari cara bagaimana untuk bisa tetap mandiri, akhirnya kami memutuskan untuk membuka usaha," katanya.
Difa Danusantara memproduksi beragam camilan ringan seperti basreng dan aneka olahan pisang. Tak hanya produksi sendiri, Iin juga membuka kesempatan bagi kaum difabel yang ingin menaruh produk camilannya di platform Difa Danusantara.
"Kita kolaborasi dengan teman-teman disabilitas juga yang mau menaruh makanannya untuk dijual, tetapi dia mungkin tidak bisa untuk packaging dan keperluan lainnya. Di situlah bisa kita bantu," ujarnya.
Iin mengaku tantangan aksesibilitas menjadi kendala utama saat memasarkan produknya melalui bazar ke bazar. Meski demikian, ia merasa bangga karena mampu memberdayakan banyak rekan difabel melalui usahanya tersebut.
Iin berpesan kepada sesama disabilitas agar tidak pernah takut untuk memulai usaha sendiri. "Gali kekurangan untuk menjadi kelebihan agar tetap bisa menciptakan kemandirian," ucap Iin dengan semangat.
Di sisi lain, ada Andi Fuad Rachmadi yang mendirikan "Kedaibilitas" di Surabaya sejak tahun 2016 yang lalu. Andi ingin memberdayakan anak-anak disabilitas agar memiliki keterampilan produktif setelah mereka selesai menempuh pendidikan.
Hal ini didorong oleh keadaan pada saat Andi masih duduk di bangku SMA. Andi menyadari bahwa kemungkinan peluang pekerjaan bagi para difabel tidak sebesar itu.
"Karena saya berpikir, teman-teman ini mau dikemanakan setelah lulus. Karena memang peluang kerja bagi mereka ini kecil pada waktu itu, tidak seperti sekarang yang benar-benar terbuka," ujar Andi.
Maka dari itu. Andi mencoba membuka peluang sendiri untuk memfasilitasi. "Intinya bagaimana anak-anak ini dengan kemampuan dan hambatannya, bisa diberdayakan sampai di titik mereka bisa menghasilkan suatu ekonomi," ucapnya.
Kedaibilitas sendiri, kata Andi, merupakan usaha kedai yang memproduksi berbagai macam kuliner lezat seperti donat serta beragam kerajinan tangan yang menarik. Jadi, tidak hanya di bidang kuliner, tapi juga menyentuh bidang kreatif.
Namun, Andi mengakui bahwa pemasaran masih menjadi tantangan tersulit yang sering dihadapi oleh para pelaku UMKM. "Kami berusaha keras agar produk ini bisa masuk ke berbagai segmen pasar," ujar Andi menjelaskan.
Syukurnya, Pemerintah Kota Surabaya memberikan dukungan nyata melalui kebijakan wajib belanja produk UMKM bagi ASN. Andi mengatakan kebijakan ini sangat membantu keberlangsungan UMKM termasuk Kedaibilitas miliknya agar tetap bisa beroperasi.
Sama seperti Iin, Andi juga berpesan bahwa keterbatasan memang bukanlah suatu penghalang. Menurutnya siapapun pasti memiliki kesempatan, tidak melihat pada fisik atau kemampuannya.
"Jadi Tuhan itu menciptakan manusia tidak mungkin tidak ada satupun yang tidak ada manfaatnya," ujar Andi. "Pasti mereka bisa."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....