Harga Plastik Melonjak, UMKM Harus Sesuaikan Harga Jual Produk
- 16 Apr 2026 15:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ketua Umum Induk UMKM Nana Riwayatie menyebut pelaku usaha mengalami guncangan akibat kenaikan harga plastik yang signifikan
- Pelaku UMKM menaikkan harga produk sekitar lima hingga sepuluh persen serta mulai menghemat penggunaan kemasan plastik.
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum Induk UMKM Nana Riwayatie menyatakan pelaku UMKM mengalami guncangan hebat akibat lonjakan harga plastik belakangan ini. Ia menjelaskan plastik merupakan kebutuhan utama bagi pedagang makanan dan minuman sehingga dampaknya dirasakan sangat luas.
Nana mengungkapkan kenaikan harga plastik memaksa pelaku UMKM menaikkan harga produk sekitar lima hingga sepuluh persen sementara waktu. Ia menambahkan langkah tersebut diambil sambil mencari alternatif kemasan lain serta menunggu solusi konkret dari pemerintah.
“Saya sudah cek ya di beberapa tempat itu ya mereka menaikkan sekitar 5 sampai 10 persen. Karena sambil mencari solusi ya mungkin ada jalan lain yang bisa menggantikan si gelas plastik ini atau kemasan plastik,” ujarnya kepada RRI PRO3 di Jakarta, Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, sebagian pelaku UMKM juga mulai menghemat penggunaan kemasan plastik secara ketat demi menekan biaya operasional usaha. Ia mengatakan kebiasaan membuang kemasan yang sedikit rusak kini berubah menjadi lebih diperhitungkan sambil menunggu harga kembali stabil.
Ia menuturkan dampak kenaikan harga paling terasa pada sektor makanan dan minuman karena penggunaan plastik berlangsung setiap hari. Ia menyebut kebutuhan lain seperti ember tidak terlalu terdampak karena tidak digunakan secara rutin seperti kemasan minuman.
Nana menyampaikan kendala tidak hanya berasal dari harga, tetapi juga potensi gangguan pasokan bahan baku plastik. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat karena kondisi ini sangat mendesak dan berpengaruh langsung terhadap penjualan produk UMKM.
“Karena terkait dengan makanan dan minuman, jadi mestinya juga dari segi pemerintah juga mesti lebih sregep gitu loh. Untuk menangani ini semua, karena kalau enggak ya barangnya gak laku, kan kasihan juga hanya karena kemasan gitu,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menyatakan kenaikan harga plastik meningkatkan biaya produksi dan menekan margin keuntungan pelaku UMKM. Ia menjelaskan pelaku usaha memiliki pilihan menaikkan harga jual produk sebagai alternatif untuk menutup kenaikan biaya tersebut.
“Karena itu mungkin alternatif solusinya ya bergeser pemakaiannya dari plastik ke pemakaian kemasan bukan plastik gitu. Atau mau menaikkan harga produknya atau mau mengurangi margin (batas) keuntungannya,” katanya.
Esther mengatakan kenaikan harga jual produk UMKM berisiko menurunkan omzet karena daya beli konsumen dapat terpengaruh. Ia menegaskan kondisi ini berpotensi menimbulkan perlambatan di sektor tertentu serta memicu tekanan inflasi ke depan.
Menurutnya, pelaku UMKM khususnya sektor kuliner cenderung membebankan kenaikan biaya plastik kepada konsumen melalui harga produk. Ia menyebut praktik tersebut sudah terjadi di lapangan, dengan pelaku usaha menginformasikan kenaikan harga akibat biaya kemasan meningkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....