Harga Plastik Melonjak, Pramono Ajak Warga Kurangi Plastik lewat Inovasi

  • 12 Apr 2026 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gubernur Pramono menyebut kenaikan harga plastik harus dijadikan momentum untuk berinovasi mencari alternatif pengganti plastik sebagai wadah.
  • Harga plastik di Indonesia dilaporkan melonjak drastis pada awal April 2026. Kenaikan mencapai 30–70 persen, bahkan pada beberapa jenis menembus 100 persen.

RRI.CO.ID Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons kenaikan harga plastik beberapa hari terakhir. Ia mendorong warga menjadikan momentum ini untuk berinovasi mencari alternatif pengganti plastik sebagai wadah.

“Kita harus melakukan inovasi karena sekarang ini kebutuhan plastik pelan-pelan harus dikurangi. Harus ada substitusinya,” ujar Pramono di Jakarta, Minggu, 12 April 2026.

Menurutnya, penetapan harga serta penanganan kenaikan harga plastik bukan menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta, melainkan pemerintah pusat. Meski demikian, ia menilai kondisi ini bisa menjadi pengingat untuk kembali memanfaatkan metode pembungkus tradisional.

“Kalau kondisinya tetap seperti ini, pasti akan menjadi beban. Maka, kita kadang-kadang harus kembali ke cara tradisional, pakai daun pisang dan sebagainya,” kata Pramono.

Sebelumnya, harga plastik di Indonesia dilaporkan melonjak drastis pada awal April 2026. Kenaikan mencapai 30–70 persen, bahkan pada beberapa jenis menembus 100 persen.

Lonjakan ini dipicu gangguan pasokan bahan baku akibat konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah. Harga plastik kresek naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu/pak, sementara jenis lainnya meningkat dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu/pak.

Pemerintah pusat tengah menyiapkan langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik dan komoditas lain yang terdampak dinamika geopolitik global. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah terus memantau pergerakan harga komoditas dunia.

Menurutnya, langkah mitigasi agar dampaknya terhadap industri dan masyarakat dapat ditekan. Sebab, kenaikan harga energi berdampak langsung pada sektor industri dalam negeri, salah satunya industri plastik yang bahan bakunya bergantung pada impor.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....