Kementerian UMKM Bidik Pasar Tiongkok, Produk Lokal Siap Naik Kelas
- 07 Apr 2026 11:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri UMKM)m Maman Abdurrahman menegaskan langkah strategis pemerintah untuk mendorong produk lokal menembus pasar global
- sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar di pasar Tiongkok
- Indonesia dan Tiongkok sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat standar dan persyaratan produk UMKM
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri UMKM)m Maman Abdurrahman menegaskan langkah strategis pemerintah untuk mendorong produk lokal menembus pasar global. Khususnya pihaknya mendorong UMKM tembus ke pasar di Tiongkok.
Komitmen tersebut disampaikan usai keikutsertaan Indonesia dalam forum Indonesia–China SME, Trade and Investment Cooperation Forum 2026 . Forum ini menjadi momentum memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara.
“Kepentingan utama kita ke Tiongkok adalah membangun rantai pasok produk UMKM Indonesia. Dan juga memperluas akses pasar di negara itu,” ujar Maman dalam keterangannya, Selasa, 7 April 2026.
Ia mengungkapkan, sejumlah komoditas unggulan Indonesia mendapat perhatian besar di pasar Tiongkok. Seperti durian, manggis, buah naga, hingga sarang burung walet yang telah memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan di Tiongkok.
Menurutnya, tingginya permintaan ini menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM dan petani lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi. Dan ini juga sekaligus memperluas ekspor.
“Kebutuhan durian di China sangat tinggi, sementara Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen. Ini menjadi peluang untuk mendorong pengusaha UMKM, khususnya sektor musiman seperti petani durian, agar naik kelas,” ucapnya.
Tak hanya fokus pada ekspor, pemerintah juga menargetkan penguatan sistem digital sebagai bagian dari integrasi UMKM ke dalam ekosistem global. Salah satunya melalui platform SAPA UMKM yang akan mendorong integrasi data dan pengembangan usaha berbasis teknologi.
“Ke depan, kami akan berfokus pada integrasi data dan digitalisasi melalui SAPA UMKM. Sekaligus menyiapkan SDM untuk mempelajari kebijakan pengembangan UMKM di sana,” kata Maman.
Pemerintah juga berupaya menyelesaikan sejumlah kendala ekspor, termasuk tertahannya produk sarang burung walet Indonesia di bea cukai China. “Kami telah berkomunikasi dengan otoritas terkait di Tiongkok untuk mencari solusi agar arus ekspor dapat kembali lancar,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Indonesia dan Tiongkok sepakat membentuk tim bersama guna mempercepat standar dan persyaratan produk UMKM. Kerja sama ini rencananya akan memasuki tahap implementasi melalui penandatanganan nota kesepahaman dalam pertemuan negara-negara APEC khusus UMKM.
Kementerian UMKM optimistis langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi produk lokal di pasar global. Sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....