Sebanyak 10 dari 121 UMKM Produk Pangan Masuk 19 Gerai AEON Indonesia
- 10 Sep 2026 13:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebanyak 10 produk UMKM pangan binaan Kementerian Perdagangan berhasil masuk ke 19 gerai AEON Indonesia di seluruh nusantara.
- Program binaan ini memberikan akses pemasaran yang luas bagi produk pangan lokal melalui jaringan AEON Mall dan pasar swalayan AEON di berbagai lokasi strategis di Indonesia.
RRI.CO.ID, Tangerang – Sebanyak 10 produk UMKM pangan binaan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil masuk ke 19 gerai AEON Indonesia. Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengatakan ini bukti UMKM mampu memenuhi standar ritel modern.
Program binaan tersebut memberikan akses pemasaran produk pangan lokal melalui jaringan ritel AEON Indonesia.Baik pusat perbelanjaan AEON Mall, maupun pasar swalayan AEON di seluruh Indonesia.
Kesepuluh UMKM pangan tersebut terpilih setelah melalui kurasi terhadap 121 UMKM unggulan binaan Kemendag. Para peserta merupakan pemenang UKM Pangan Award dan peserta pameran Pangan Nusa Expo.
“Kemendag bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), melalui AEON Indonesia, memberi akses kepada UMKM,” ujar Mendag di Tangerang, Rabu, 9 September 2026. “Sinergi Kemendag dengan ritel modern menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas bagi UMKM kita yang berkualitas.”
Produk yang masuk jaringan AEON meliputi keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, dan rendang kemasan. Kemudian granola, brownies panggang, stik keju atau cheese stick, kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang.
Masuknya 10 UMKM pangan tersebut ditandai dengan penandatanganan dua kerja sama. Kerja sama pertama berupa nota kesepahaman strategis antara Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag dan Presiden Direktur PT AEON Indonesia.
Kerja sama kedua berupa kontrak dagang antara 10 UMKM pangan dan AEON Indonesia. Kedua kerja sama tersebut menjadi bagian dari pembukaan akses pasar produk pangan UMKM ke jaringan ritel AEON Indonesia.
Mendag menegaskan 10 UMKM yang masuk ke jaringan AEON Indonesia telah dikurasi ketat dari segi standar produk, legalitas, hingga konsistensi pasokan. “Kami terus mendorong UMKM untuk berinovasi menghasilkan produk berkualitas sehingga mampu memenangkan pasar di dalam dan luar negeri,” katanya.
Penjajakan kemitraan UMKM dengan AEON Indonesia juga dilakukan melalui open call kurasi pada 26 Agustus hingga 1 September 2026. Lebih dari 1.200 UMKM makanan, minuman, kecantikan, dan kesehatan mendaftar sebagai calon pemasok jaringan ritel AEON.
Saat ini, lebih dari 77 persen produk yang mengisi supermarket AEON Indonesia merupakan produk dalam negeri. AEON menjadi jalur distribusi potensial bagi pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM sektor makanan, minuman, kecantikan, dan kesehatan.
Menurut statistik, nilai pasar domestik sektor makanan dan minuman diproyeksikan tumbuh rata-rata 6,95 persen per tahun selama lima tahun ke depan. Mendag mengatakan kemitraan UMKM dengan ritel modern menjadi strategi untuk membangun momentum bagi produk UMKM makanan dan minuman.
Presiden Direktur PT AEON Indonesia, Miyata Masato, mengapresiasi upaya Kemendag untuk membuka akses pasar produk pangan lokal berkualitas ke jaringan ritel modern. Menurut dia, AEON Indonesia berkomitmen mendukung produk lokal, termasuk UMKM, dengan menjalin kemitraan dan memberikan ruang bagi pelaku usaha.
“Kerja sama harmonis antara ritel dan UMKM akan berjalan baik dengan dukungan dari pemerintah," ujarnya. "Kami berharap dukungan dari Kemendag dapat segera tumbuh lebih besar melalui pemberian akses."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....